REPORTASE8.com, JAMBI – Meskipun tahapan Pilkada belum berlangsung, namun sejumlah nama disinyalir akan mencalonkan diri dalam pemilihan Walikota Jambi 2024 mendatang.
Figur kuat Calon Walikota Jambi 2024, H. A Rahman (HAR) semakin hari semakin menguat dalam perhelatan menuju Pilwako 2024 mendatang. Masyarakat akar rumput terus menyebut kandidat yang satu ini untuk maju sebagai Calon Walikota Jambi 2024 mendatang.
Dikala menguatnya eksistensi HAR di masyarakat bermunculan pula beberapa survey yang disebar ke masyarakat melalui medsos. Bahkan, setiap bulan, ada saja survey yang merilis hasil survei terbarunya. Problemnya, banyak survey disinyalir menjalankan surveinya tanpa berbasiskan kaidah-kaidah ilmiah.
Survei yang benar-benar mengikuti kaidah ilmiah serta berbasis data yang akurat, jelang pemilu sangatlah penting, tetapi survey pun ternyata juga berpotensi menimbulkan sejumlah masalah. Misalnya, terkait survei pesanan yang mengabaikan hasil survei sebenarnya, profesionalisme lembaga survei, dan metodologi ilmiah survei. Pada dasarnya, sah saja jika lembaga survei dibayar oleh klien seperti partai politik maupun kandidat. Namun, yang menjadi persoalan adalah ketika survei tersebut merupakan pesanan dan dipublikasikan kepada publik. Dikhawatirkan, hasil survei hanya digunakan untuk menggiring opini publik semata ataupun menjegal lawan politik.
Adanya survei juga mengindikasikan bahwa perpolitikan Indonesia sudah berbasis data dan ilmiah, bukan hanya sekedar survey yang sifatnya abal-abal. Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa lembaga survei yang terdaftar dan diakui harus kredibel dengan alat ukur yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai, lembaga survei hanya dipakai oleh sekelompok orang atau partai politik untuk kepentingan pribadi.
Benediktus Beny













Discussion about this post