JAMBI, Reportase8.com – Pengelolaan sistem penerangan di Jembatan Gentala Arasy sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi melalui koordinasi lintas instansi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jambi.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan seluruh lampu penerangan di kawasan jembatan tersebut sebagian padam. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait sejauh mana pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas umum oleh Pemerintah Provinsi Jambi.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian lampu penerangan di kawasan jembatan tersebut padam. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait sejauh mana pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas umum oleh Pemerintah Provinsi Jambi.
Minimnya penerangan di Jembatan Gentala Arasy dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan. Padamnya lampu di salah satu ikon wisata Kota Jambi itu menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya potensi tindak kriminal maupun kecelakaan bagi pengunjung yang melintas pada malam hari.
Warga menyayangkan kurangnya perhatian terhadap fasilitas penerangan di kawasan tersebut. Pasalnya, Jembatan Gentala Arasy merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Jambi yang setiap hari dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Kini, kawasan yang dulunya ramai dikunjungi justru tampak gelap dan dinilai rawan.
Ketiadaan lampu penerangan di sepanjang jembatan penyeberangan pejalan kaki yang memiliki panjang sekitar 503 meter itu berpotensi menimbulkan risiko keselamatan. Pengunjung yang beraktivitas pada malam hari berisiko mengalami kecelakaan, tersandung, hingga menjadi korban tindak kejahatan akibat minimnya pencahayaan.
Salah seorang pengunjung, Muhammad Amin, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.
“Ini kan destinasi wisata, tapi kenapa kondisinya jadi begini? Kami sebagai pengunjung jadi takut dan khawatir untuk jalan-jalan di Jembatan Gentala Arasy,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Sebagai informasi, Gentala Arasy merupakan ikon wisata Kota Jambi yang terdiri dari menara dan jembatan penyeberangan pejalan kaki yang membentang di atas Sungai Batanghari. Kawasan ini mengusung konsep wisata sejarah dan religi dengan museum kebudayaan Islam yang berada di dalam menaranya.
Jembatan Gentala Arasy memiliki panjang sekitar 503 meter dengan desain melengkung menyerupai huruf “S” dan diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki. Selain menjadi penghubung dua kawasan di Kota Jambi, jembatan ini juga menjadi salah satu objek wisata favorit yang menawarkan panorama Sungai Batanghari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Provinsi Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab padamnya lampu penerangan maupun jadwal perbaikannya.













Discussion about this post