Reportase8.com – Harga bahan pokok (sembako) di Indonesia terpantau naik per pertengahan April 2026, terutama pada beras medium/premium, minyak goreng, gula, serta air mineral kemasan yang dipicu kenaikan biaya kemasan plastik serta gangguan pasokan.
Seperti contoh Beras premium rata-rata mencapai >Rp16.000/kg, sementara minyak goreng curah mendekati Rp20.000/liter.
Berikut rincian situasi bahan pokok saat ini:
* Beras: Beras premium (I & II) naik berkisar 0,58% – 0,6%, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
* Minyak Goreng: Minyak goreng curah dan kemasan bermerek naik, dengan curah rata-rata Rp19.800 per liter.
* Penyebab: Lonjakan harga plastik kemasan (hingga 100%) dan gangguan pasokan bahan baku plastik impor dari Timur Tengah memicu kenaikan harga produk dalam kemasan.
* Komoditas Lain: Komoditas seperti cabai, bawang, daging ayam, dan telur dilaporkan mengalami fluktuasi, dengan beberapa jenis mengalami penurunan harga dibanding bulan lalu.
Kenaikan ini dilaporkan berdampak langsung pada pelaku usaha kuliner/UMKM yang terpaksa menyesuaikan harga jual.
Menanggapi situasi saat ini, dimana Perang Iran – Amerika di Selat Hormuz masih berlangsung. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman mengatakan kenaikan harga plastik berdampak langsung pada kenaikan harga produk makanan dan minuman di pasaran. Ini terjadi karena hampir seluruh produk makanan dan minuman menggunakan plastik sebagai kemasan, sementara pasokan bahan tersebut mulai terbatas.
“Ini memang situasi yang cukup rumit di industri, khususnya makanan dan minuman. Hampir semua pakai plastik, dan kita juga kesulitan mendapat (bahan baku) dari pemasok,” ujarnya
Selain harga yang melonjak, ketersediaan bahan baku plastik menjadi persoalan serius. Sejumlah pemasok bahkan sudah menginformasikan potensi kehabisan stok bahan baku kemasan dalam beberapa bulan ke depan.
Sebagai respons, sebagian pelaku industri mulai menyesuaikan harga jual produk di pasar. Bahkan, kenaikan harga sudah terlihat pada sejumlah komoditas kebutuhan dasar yang menggunakan kemasan plastik.
“Beberapa sudah naik harga. Di pasar, yang basic seperti beras, minyak goreng. Itu bukan barangnya yang naik, tapi kemasannya yang naik, sehingga terjadi kenaikan harga,” katanya.
Adhi menuturkan tekanan biaya itu juga menggerus margin pelaku usaha “Katakan misalnya kalau kontribusi kemasan itu 20 persen, kalau harganya (plastik) naik 60 persen aja berarti kan sekitar 12 persen harga pokoknya naik. Kalau kita bisa naikkan harga jualnya 5 persen, berarti kan tekornya sudah 7 persen,” tutur dia.
Adhi merinci lebih lanjut, kenaikan harga plastik terjadi secara signifikan dengan variasi yang cukup lebar. Kenaikan berkisar antara 30 persen hingga 100 persen, termasuk untuk kemasan sederhana seperti plastik untuk bakso dan produk daging beku.
“Misalnya kontribusi kemasan terhadap harga pokok itu sekitar 25 persen saja, kalau itu naik 100 persen kan berarti ke harga pokok tinggi sekali pengaruhnya sekitar 25 persen dan ini akan menyebabkan industri mengalami kesulitan untuk menjual, karena produknya pasti harganya mahal, sementara dari masyarakat terbatas,” kata dia.













Discussion about this post