Reportase8.com – Blokade Selat Hormuz memicu krisis energi dan logistik global dengan menghentikan ~20% pasokan minyak dunia, menyebabkan harga minyak melonjak melampaui US$100 per barel. Dampak utamanya meliputi lonjakan biaya asuransi dan pengiriman, potensi inflasi barang, serta gangguan rantai pasok ekonomi global, termasuk peningkatan risiko kemiskinan dan ketahanan pangan.

Berikut adalah efek rinci dari blokade Selat Hormuz (berdasarkan ketegangan April 2026):
* Lonjakan Harga Energi: Harga minyak mentah Brent dan WTI melonjak drastis (di atas US$100-104/barel) karena kekhawatiran gangguan pasokan.

* Krisis Logistik Global: Penumpukan tanker di perairan karena banyak kapal tak bergerak. Premi asuransi risiko perang melonjak, meningkatkan biaya pengiriman secara signifikan.
* Ancaman Inflasi dan Ekonomi: Kenaikan harga BBM global berdampak langsung pada harga barang kebutuhan sehari-hari (inflasi).
* Risiko Pangan Dunia: Gangguan rantai pasok energi dapat memicu bencana pangan global.
* Ketegangan Geopolitik: Blokade yang dipimpin AS memicu ketegangan dengan Iran, menciptakan situasi genting di mana kapal-kapal yang dianggap “tidak ramah” berisiko dicegat.













Discussion about this post