
JAKARTA, Reportase8.com – Maria Jeanne Colson Emma Anton atau sering disapa mama Belgi sudah 48 tahun mengabdikan diri untuk 6.257 anak yatim piatu, kaum difabel di Nian Tanah Sikka.
Dihitung sejak tahun 1975 hingga sekarang wanita asal Belgia ini selalu tergerak hati untuk membantu anak-anak panti.
Tak berhenti pada anak-anak panti, Mama Belgi juga menyalurkan bantuan bagi anak-anak keluarga tidak mampu agar mereka bisa terus bersekolah.
PROFIL MAMA BELGI
Nama Lengkap : Marie Jeanne Colson Emma
Anton Jozef
Nama Kecil : Jeannot
T.T.L : Sint-Baafs-Vijve, 7 Maret 1935
Mama Belgi lahir dari pasangan Francois Jacob Colson (alm) dan Adriebbe Libbrecht(almh). Anak ke-5 dari 7 bersaudara.
Sebelum berkarya di Sikka, Mama Belgi memulai misi sosialnya menangani masalah kurang gizi dan kemiskinan di Congo-Zaire (Afrika) pada tahun 1968-1973.
Mama Belgi tiba pertama di Ende pada tahun 1974, diundang oleh Mgr.Donatus Djagong (alm) Uskup Agung Ende sebagai relawan untuk bekerja di wilayah Keuskupan Ende.Selama 3 bulan, beliau belajar bahasa Indonesia dan akhirnya diterima bekerja sebagai petugas Yaspem oleh Pater Hendrick Bolen, SVD (alm) yg pada waktu itu menjabat sebagai DEL-SOS KAE. Mama Belgi ditempatkan di Paroki Watublapi. Dengan bantuan dari Pater Adrianus Maria Schouten(alm) yg pada waktu itu menjabat sebagai Pastor Paroki Watublapi, mama Belgi mulai memberikan edukasi tentang kesehatan, dan berbagai kegiatan pemberdayaan untuk ibu-ibu, anak-anak yg putus sekolah, difabel dan kelompok rentan lainnya.
Kronologis Pelayanannya sbb:
1974 :Tiba di Ende
1974-1975 : Menangani masalah sosial di Watublapi bersama P.Adrianus Maria Schouten (alm) dan P.H.Bollen, SVD (alm)
24 Sept.1975 : Mendirikan PA.Nativitas Watublapi
Juni 1980: Mendirikan PA.Resurexio Lekebai
Agustus 1980: Mendirikan PA.Assumptio Wolofeo
Mei 1989: Mendirikan PA.Maria Visitasi Nebe
Juli 1989: Mendirikan
PA.PR.St.Theresia Nebe
Feb.1996: Mendirikan PA.Maria Stella Maris Nangahure
10 Juli 2000: Pesta Perak pengabdian di Sikka, mendapatkan penghargaan dari Pemda NTT berupa cincin emas kelas II.
2003: Mendirikan Rumah Hydroterapi St.Damian Wair Ri’it
2004 : Mendirikan TKK Maria Stella Maris Nangahure
2005 : Mendirikan Bengkel Las Nangahure
2005: Mendirikan Bengkel Kayu Bina Mandiri Waipare
2006: Bersama Yayasan Rupingh, mendirikan SDK Napunbiri
2007: Mendirikan Usaha Ekonomi Produktif Waiara
2008: Mendirikan Kantor Pusat Yayasan Nativitas di Jln.Kimang Buleng, Maumere
2009 : Mendirikan Rumah Dinas bagi karyawan di Maumere.













Discussion about this post