Jumat, 17 April 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Dampak Penutupan Selat Hormuz Biji Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik

08 Apr 2026 | 09:21
Dampak Penutupan Selat Hormuz Biji Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik
1k
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

Reportase8.Com – Mahalnya harga plastik membuat pelaku industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menaikkan harga produknya sejak pekan lalu. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Firman Sukirman, mengatakan produsen AMDK tidak memiliki pilihan lain karena harga plastik melonjak begitu tinggi.

Baca Juga:Berita Lainnya

Dongkrak Penerimaan Daerah, Jambi Raup Ratusan Miliar dari PetroChina

Kapal Tanker China Rich Starry Mundur, Blokade AS di Selat Hormuz Makin Ketat

Harga BBM Resmi Berlaku 16 April 2026 di Seluruh SPBU RI

Plastik saat ini sedang menjadi barang langka dan mahal karena pasokan bahan baku dari Asia Barat terhenti imbas perang yang menutup Selat Hormuz.

“Bukan minggu ini, minggu kemarin juga sudah ada yang naik,” kata Firman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Firman menuturkan, kenaikan harga plastik tidak lagi berada di bawah 10 persen. Beberapa jenis plastik bahkan melonjak sampai 70 persen dari harga normal.

Kenaikan itu tidak lagi bisa ditanggung dan disiasati produsen AMDK dengan efisiensi di internal perusahaan. Mereka akhirnya harus menyesuaikan harga jual AMDK karena meningkatnya komponen biaya produksi.

“(AMDK) di retail juga naik. Di retail naik,” ujar Firman.

Menurutnya, kenaikan harga AMDK itu berkisar Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per dus. Meski demikian, ia tidak menampik produsen akan menaikkan harga AMDK jika dalam waktu kedepan masalah plastik tidak terselesaikan.

“Ada yang naikin Rp 2.000, ada yang naikin Rp 3.000 per karton berarti per dus itu,” tutur Firman.

Pengusaha itu menekankan, industri AMDK tidak hanya tertekan oleh kenaikan harga plastik. Mereka juga dihadapkan pada kelangkaan bahan baku plastik. Padahal, sebagian besar produk AMDK dikemas menggunakan plastik.

Akibat kelangkaan itu, kata Firman, produsen AMDK yang masih berbentuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terancam bangkrut.

“Kalau ini terus berlanjut tidak ada langkah yang lebih nyata, maka bisa jadi dua bulan ke depan itu ada beberapa industri AMDK yang UMKM itu tidak bisa produksi karena tidak ada bahan baku,” kata dia.

Diketahui, plastik mahal dan langka karena pasokan 70 persen bahan bakunya, nafta yang dikirim dari negara-negara Teluk terhenti imbas perang. Konflik di Asia Barat itu menutup Selat Hormuz, membuat distribusi minyak dan produk petrokimia terganggu. Adapun nafta merupakan produk olahan dari bahan bakar fosil.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan, menyebut harga plastik naik hingga 50 persen dari hari-hari sebelum perang.

“Jauh sebelum memasuki Ramadhan itu masih 10.000. Kemudian bertahap tuh selama sepekan, sepekan, sepekan naik Rp 500, naik Rp 700, naik macam-macam tuh sampai hari ini puncaknya itu naiknya di kita proyeksikan di 50 persen,” kata Reynaldi kepada awak media. Senin (6/4/2026).

Previous Post

OJK Minta Masyarakat Pahami Data Fundamental sebelum Investasi Kripto

Next Post

BNI Tutup Internet Banking Mulai 4 Mei 2026

Next Post
BNI Tutup Internet Banking Mulai 4 Mei 2026

BNI Tutup Internet Banking Mulai 4 Mei 2026

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Dampak Penutupan Selat Hormuz Biji Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik

    Dampak Penutupan Selat Hormuz Biji Plastik Mahal, Harga Air Minum Dalam Kemasan Naik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keheningan dan Khidmat Warnai Perayaan Jumat Agung Gereja Santa Teresia Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Publik Desak Walikota Jambi Maulana Serius Dalam Menanggapi Isu Pembelian CCTV Kampung Bahagia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW Nasdem Jambi Turunkan Ratusan Anggota Gelar Aksi Damai Bentuk Protes Cover Majalah Tempo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Umat Katolik Gereja Santa Teresia Jambi Hadiri Kamis Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!