REPORTASE8.com, Jambi – Masyarakat Jambi mempertanyakan terjadinya Defisit Anggaran sebesar Rp 400 miliar Tahun 2023 di Pemprov Jambi, Terjadinya Defisit Anggaran bisa saja disebabkan oleh pemerataan Pertumbuhan Ekonomi salah satunya dengan menaikkan Belanja Pengeluaran untuk keberlangsungan perekonomian. Rendahnya daya beli masyarakat dapat mempengaruhi Defisit Anggaran karena dapat mempengaruhi Penerimaan Pajak dalam Negeri.
Dengan adanya defisit sebesar Rp 400 miliar Pemprov Jambi diharapkan harus segera merasionalisasikan anggaran tahun 2023 ini.
Nasroel Yasir, selaku pengamat kebijakan menilai Pemprov Jambi harus melakukan ‘pengetatan’ anggaran, jangan mengeluarkan anggaran untuk hal-hal atau kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak penting.
“Perioritaskan kegiatan yang tepat sasaran, anggaran itupun dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, jangan banyak kegiatan seremonial dan tidak menyentuh langsung ke masyarakat, kedepannya berharap ya….., untuk kegiatan yang tidak penting tidak usah dilaksanakan, kepentingan masyarakat menjadi skala prioritas utama,” ungkapnya pada Jumat, 21 Juli 2023.
Baca Juga : 36 Mucikari Diamankan Satgas TPPO Polda Jambi dan Selamatkan 28 Korban Perdagangan Orang
Kapolda Jambi, Irjen Pol. Rusdi Hartono Lantik Irwasda Polda Jambi
Nasroel pun menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menegaskan kepada para kepala daerah agar tidak lagi bermain dengan uang apalagi berkaitan dengan APBD. Pengawasan anggaran di daerah yang hanya prosedural, tidak konkret, dan tidak berorientasi pada hasil hasil. Presiden menegaskan banyak anggaran di kementerian/lembaga ataupun daerah, tidak tepat sasaran.
“Jangan sampai sebuah anggaran itu 80% untuk perjalanan dinas, untuk rapat rapat jadi konkretnya tidak muncul,” ujar Presiden di Jakarta, Rabu, 14 Juni 2023 saat rapat kerja bersama menteri kabinet.
Baca Juga : Romo Benny: Ini Signal Relasi Sambut 2024 Tanda Kemeja Motif Garis Hitam Putih Dikenakan Ganjar
” Peningkatan ekonomi masyarakat seperti pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seharusnya menjadi prioritas utama. Seperti kegiatan perjalanan dinas, tidak perlu lah berangkat sana berangkat sini, fokuskan anggaran untuk kesejahteraan rakyat,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, mengutip dari jambiindependent.co.id Pemprov Jambi alami defisit anggaran Rp400 M.
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman pun buka suara dan beberkan alasannya. Sekda Provinsi Jambi, Sudirman mengatakan, rasionalisasi anggaran harus dilakukan, agar ketersediaan anggaran saat ini tidak menggangu proses pembangunan dan jalannya roda pemerintahan.
Baca Juga : Dalam Sepekan ini Kominfo Telah Blokir 11.333 Konten Judi Online
“Kita defisit Rp 400 miliar, sehingga akan dilakukan rasionalisasi APBD tahun 2023 ini,” katanya.
Disebutkan Sudirman, defisit anggaran disebabkan oleh indtaurksi Kementetian Dalam Negeri (Kemendagri) agar Pemerintah Daerah mengalojasikan 40 persen dari anggaran, untuk menyukseskan Pemilu 2024 mendatang.
Anggaran digunakan, untuk pelaksanaan Pemilu, serta pengamanan saat Pemilu berlangsung.
Baca Juga : Siapkan Penyelenggaraan Bursa Karbon, OJK Perkuat Kerjasama dengan Kementerian LHK
“Kemendagri meminta daerah untuk mengalokasikan anggaran guna pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang, sebanyak 40 persen,” katanya.
Defisit anggaran ini terjadi, karena pada penyusunan anggaran 2023 ini, Pemprov Jambi tidak memasukan anggaran untuk Pemilu.
Selain karena anggaran dikeluarkan untuk pelaksanaan Pemilu, defisit juga terjadi lantaran dana transfer tahun 2023 ini, tidak masuk dari Pemerintah Pusat.
“Dana transfer tidak masuk di 2023 ini, tapi malah masuk di 2022 lalu. Sehingga terjadi Silpa anggaran 2022,” katanya.
Baca Juga : Gubernur Al Haris : Pemprov Bangun Kerjasama Dengan PNM Untuk Bantu UMKM
Kemudian, juga ada kegiatan tambahan, yang tak bisa dilaksanakan pada 2022, sehingga harus dilaksanakan pada 2023 ini.
Sehingga, menjadi belanja tambahan Pemprov Jambi, dan menyebabkan defisit anggaran.
“Karena defisit yang cukup besar itu juga, Pemprov Jambi mengurangi perjalanan dinas, menghentikan program yang kurang penting, untuk menutupi kekurangan anggaran yang terjadi ini,” tandasnya.













Discussion about this post