Reportase8.com | JAKARTA – Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD sempat jengkel ke kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengirim meme bernada sindiran terkait besaran hak keuangan yang didapat para pejabat BPIP. Meski sudah minta maaf, Mahfud tetap melaporkan kader itu ke PKS.
Baca Juga : Pesawat Asing Terdeteksi Radar Indonesia, Dipaksa Mendarat Segera !!!!
Mahfud mengatakan, Kemarin sore saya agak jengkel juga, ada seorang temen dari Yogya anggota PKS, ini orang baik dengan saya tiba-tiba dia kirim meme, isinya ‘Saya Pancasila, Saya 100 juta. Orang ini kurang ajar.
Mahfud lalu menyarankan kader PKS tersebut untuk bertanya kepada kader lain yang duduk di kursi parlemen, seberapa besar uang yang didapat selama satu bulan. Ia mengaku sudah memblokir akun media sosial orang yang mengirimnya meme tersebut di Kantor Wantimpres, Jakarta Pusat, Kamis (31/5).
Baca Juga : Buaya Berat 200 Kg Tinggal Se-Rumah Selama 25 tahun
“PKS itu sudah punya koruptor semua, melahirkan dua koruptor besar, mau melurus-luruskan orang dengan cara tidak sopan. Itu baru yang dipenjara belum lagi yang dilaporkan, masih dalam proses. Itu yang tidak sah ya, saya bilang,” kata Mahfud dengan nada ketus.
Mahfud menutup rapat siapa nama kader yang dimaksud itu dan meminta agar ditanyakan langsung ke pimpinan PKS. Mahfud mengaku tak mau ambil pusing dengan ulah kader itu dan menyebut masalahnya telah selesai.
Baca Juga : Wawako Maulana Terima Kunjungan Direktur Bank Pembangunan Jerman
Mantan Ketua MK ini kemudian membeberkan saat menjabat di MK, ia selalu mendapat Dana Operasional Khusus (DOP), sementara di BPIP ia tak pernah menerima. Mahfud merasa besaran hak keuangan yang didapat pejabat BPIP tak perlu dipermasalahkan lagi.
“Yang sah coba tanya Hidayat Nur Wahid dia jadi ketua MPR, berapa dia dapatkan, berapa dia hamburkan ke luar negeri pergi ke mana. Kalau enggak marah datang ke saya ayo buka saku kita masing-masing,” ungkap Mahmud. (red).













Discussion about this post