Senin, 29 Juni 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Pantai Timur Jambi Jadi Persinggahan Ribuan Burung Migran Antarbenua

29 Jun 2026 | 17:42
Pantai Timur Jambi Jadi Persinggahan Ribuan Burung Migran Antarbenua
523
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

JAMBI, Reportase8.com – Pantai Timur Jambi menjadi lokasi persinggahan ribuan burung air migran antarbenua yang terbang dari Asia Timur menuju Australia setiap musim migrasi, yakni pada Agustus hingga April.

Baca Juga:Berita Lainnya

WaGJi Apresiasi Program OPBM, Dorong Pemkot Jambi Serius Benahi Drainase untuk Atasi Banjir

Lima Destinasi Wisata Menarik di Musi Banyuasin yang Patut Dikunjungi

Polda Jambi Ungkap Peredaran 536 Butir Ekstasi, Tiga Tersangka Ditangkap, Satu ASN Ditjenpas

Koordinator Coastal Wetland SCS-SAP Project Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Laut (PKSPL) IPB University, Eko Budi Priyanto, mengatakan hasil penelitian Tim Kelompok Kerja (Pokja) Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) pada 2025 mencatat lebih dari 1.000 individu dari 24 jenis burung pantai bermigrasi di kawasan tersebut dalam satu waktu.

“Kami juga mencatat ada tiga jenis burung pantai migran yang berstatus terancam punah atau Endangered (EN) berdasarkan Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN),” kata Eko.

Menurut Eko, KEE yang kini dikenal sebagai Area Preservasi Pantai Cemara merupakan kawasan dengan nilai ekologis tinggi. Selain memiliki habitat mangrove dan dataran lumpur, kawasan ini menjadi lokasi persinggahan sekaligus tempat mencari makan bagi burung air migran yang melintasi jalur terbang Asia Timur–Australasia (East Asian-Australasian Flyway/EAAF).

Setiap musim migrasi, ribuan burung memanfaatkan kawasan Pantai Cemara untuk beristirahat dan mencari makan. Beberapa di antaranya adalah trinil nordmann (Tringa guttifer), gajahan timur (Numenius madagascariensis), dan kedidi besar (Calidris tenuirostris).

Ia menegaskan, kawasan tersebut tidak hanya penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat pesisir. Ekosistemnya berfungsi menjaga pasokan air, mengurangi risiko bencana, serta membantu meredam dampak perubahan iklim.

“Kawasan ini juga sangat penting dalam menjaga fungsi ekologis wilayah penyangga Taman Nasional Berbak Sembilang,” ujarnya.

Karena nilai ekologis tersebut, Forum Kolaborasi Pengelola Ekosistem Esensial Pantai Cemara dibentuk melalui SK Gubernur Jambi Nomor 398/Kep.Gub/Dishut-3.3/2019 tanggal 18 Maret 2019 sebagai wadah pengelolaan kawasan secara kolaboratif.

Untuk mengidentifikasi capaian, pembelajaran, dan tantangan dalam pengelolaan kawasan, PKSPL IPB University bersama anggota forum kolaborasi melaksanakan penilaian Management Effectiveness Tracking Tool (METT) pada 23 Juni 2026 di Jambi. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek South China Seas Strategic Action Programme (SCS-SAP), hasil kerja sama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), United Nations Office for Project Services (UNOPS), dan PKSPL IPB University.

Pelaksana Tugas Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Yuliana, mengatakan METT telah digunakan di Indonesia untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di tingkat tapak.

“Selama dua hari, yakni 23 dan 25 Juni 2026, sebanyak 31 peserta yang mewakili 22 anggota forum kolaborasi KEE mengikuti penilaian efektivitas pengelolaan kawasan untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan di masa depan,” ujarnya.

Yuliana menjelaskan, METT versi 4.4 merupakan versi terbaru yang dirancang untuk menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi di tengah perubahan iklim. Instrumen ini menilai aspek yang lebih komprehensif, termasuk kondisi habitat dan satwa indikator kunci sebagai penanda kesehatan ekosistem.

“Penilaian ini menjadi kompas ekologis untuk mengetahui apakah kawasan masih berada dalam kondisi sehat sebagai habitat persinggahan burung migran,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat menghasilkan rekomendasi teknis serta memperkuat mekanisme kolaborasi berbagai pihak dalam pengelolaan Area Preservasi Pantai Cemara dan kawasan penyangga Taman Nasional Berbak Sembilang secara berkelanjutan.

Previous Post

Polda Jambi Ungkap Peredaran 536 Butir Ekstasi, Tiga Tersangka Ditangkap, Satu ASN Ditjenpas

Next Post

Lima Destinasi Wisata Menarik di Musi Banyuasin yang Patut Dikunjungi

Next Post
Lima Destinasi Wisata Menarik di Musi Banyuasin yang Patut Dikunjungi

Lima Destinasi Wisata Menarik di Musi Banyuasin yang Patut Dikunjungi

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penerangan Jembatan Gentala Arasy Sebagian Mati Total, Warga Pertanyakan Pengelolaan Pemprov Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merpati Balap, Hobi Tradisional yang Butuh Perawatan Khusus dan Berpotensi Menghasilkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh……Bintang Porno Terkenal di Amerika ini Ternyata Asli Tegal, Jawa Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!