JAMBI, Reportase8.com – Wahana Global Jambi (WaGJi) Lembaga yang berfokus pada Konservasi Hutan, Advokasi serta Lingkungan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Jambi yang meluncurkan program Operator Pengumpulan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) sebagai salah satu upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan Rukun Tetangga (RT).
WaGJi menilai, pelibatan masyarakat dalam pengumpulan sampah merupakan langkah positif untuk meningkatkan kesadaran warga sekaligus mempercepat pelayanan persampahan di Kota Jambi. Program ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan permukiman dan mencegah pembuangan sampah sembarangan.
Namun demikian, WaGJi mengingatkan bahwa persoalan lingkungan di Kota Jambi tidak hanya berkaitan dengan sampah. Pemerintah Kota Jambi juga diminta memberikan perhatian yang sama seriusnya terhadap kondisi drainase yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah ruas jalan utama ketika hujan dengan intensitas tinggi.
“Program OPBM patut diapresiasi sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Akan tetapi, Pemkot Jambi juga jangan melupakan persoalan drainase. Sampah dan drainase merupakan dua persoalan yang saling berkaitan dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan bebas banjir,” ujar Hendra perwakilan WaGJi.
Menurut Hendra, keberhasilan pengelolaan sampah harus dibarengi dengan normalisasi saluran drainase, pemeliharaan rutin, serta penataan sistem drainase yang terintegrasi agar aliran air hujan dapat berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan genangan maupun banjir di jalan-jalan utama.
Hendra juga mendorong Pemerintah Kota Jambi untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas program OPBM, termasuk memastikan adanya edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan sampah, dan pentingnya menjaga saluran drainase agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah.
“Permasalahan lingkungan membutuhkan penyelesaian yang menyeluruh. OPBM merupakan langkah awal yang baik, namun harus diikuti dengan komitmen yang kuat dalam membenahi infrastruktur drainase. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata berupa lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari banjir,” tutup Hendra.












Discussion about this post