
REPORTASE8.COM | JAMBI – Kota Jambi merupakan barometer dari Provinsi Jambi serta menjadi perhatian khusus baik dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, Kota Jambi yang saat ini di pimpin oleh DR. H. Syarif Fasha, ME wajah kota Jambi banyak berubah. Keindahan dan Kebersihan Kota tampak jelas, wajar Kota Jambi beberapa kali mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat.
Baca Juga : Perempuan Terpilih Jadi Ketua RT 18 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi
Baca Juga : Zainal Abidin Sebut Ke KPK Ada di Antara Anggota Dewan Yang Coba Rekayasa Kasus Ketok Palu
Penertiban terhadap pemulung liar, pengemis jalanan oleh pemerintah Kota Jambi rutin dilakukan penertiban, penertiban dilakukan oleh dinas-dinas terkait Satpol PP Kota Jambi, Dinas Sosial, setelah ditertibkan dinas terkaitpun mengadakan Sosialisasi terhadap pemulung, gelandangan ,pengemis yang ditertibkan serta keluarga pemulung liar, pengemis jalanan juga diberikan arahan.

Salah satunya pemulung yang kedapatan tinggal di bawah kolong jembatan sungai Marem, pemulung ini telah beberapa kali kedapatan dan dibawa ke Kantor Dinas Sosial Kota Jambi, bahkan pernah ditangkap oleh Satpol PP Kota Jambi, tetapi pemulung ini tetap kembali lagi ke tempat semula yakni tinggal dibawah kolong jembatan.
Baca Juga : Canggihnya Jet Tempur Baru Indonesia
Jembatan sungai Marem ini masuk dalam wilayah Kelurahan Orang Kayo HItam, Saat media menemui salah satu warga di sekitar jembatan mengatakan “Beberapa kali pemulung itu ditangkap oleh Satpol PP Kota, Dinas Sosial, abis tu dio balek lagi, beberapa kali jugo bu Lurah Merry sejak dari beliau 2021 menjabat jadi Lurah OKH, biso dikatakan rutin ketemu sosialisasi ke pemulung tu supaya pindah, keluargo pemulung tu ado di Kota ni, tapi kayaknyo masa bodoh ”
Baca Juga : Timnas Indonesia Lawan Curacao di Bandung dan Jakarta Pada Laga FIFA Matchday September 2022
Lurah Orang Kayo Hitam Merry Simbolon membenarkan adanya pemulung yang tinggal di bawah Jembatan sungai Marem, sejak 2021 saya menjabat menjadi Lurah OKH, saya bersama Babinsa, Babinkamtibmas serta tokoh masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam 3 Pilar Kelurahan OKH selalu rutin mendatangi pemulung yang sehari-harinya tinggal di bawah kolong jembatan melalui pendekatan emosional, membujuk agar pemulung tersebut pulang ke rumahnya sampai saat ini kami masih terus melakukan pendekatan.
Baca Juga : Gejolak Inflasi Pangan dan Tarif Angkutan Terjadi di Semua Daerah
Pemasalah kesenjangan social merupakan masalah semua unsur Negara, Pemerintah, DPR maupun masyarakat, pendekatan serta perhatian keluarga, kasih sayang sesama keluarga itu penting, menerima apa adanya, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat yang merupakan perwakilan dari rakyat, harapan public lebih peka terhadap masalah kesenjangan social kemasyarakatan.(red/**)














Discussion about this post