Minggu, 28 Juni 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Saatnya Mengevaluasi Metode Pelatihan

28 Jun 2026 | 07:33
Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal, Saatnya Mengevaluasi Metode Pelatihan
720
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

REPORTASE8.COM – Jumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti pelatihan untuk program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) kembali bertambah. Kini total lima peserta dilaporkan meninggal.

Baca Juga:Berita Lainnya

Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

Penerangan Jembatan Gentala Arasy Sebagian Mati Total, Warga Pertanyakan Pengelolaan Pemprov Jambi

BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya para peserta. Menurutnya, setiap peserta memiliki kondisi kesehatan dan karakteristik yang berbeda-beda serta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan.

Terlepas dari penyebab medis masing-masing peserta, peristiwa ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar mengenai kesesuaian metode pelatihan dengan tujuan program.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) merupakan salah satu program pemerintah yang sejak awal menuai beragam kritik, selain program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berbagai persoalan bermunculan, mulai dari mekanisme operasional yang dinilai belum jelas, potensi pemborosan anggaran, hingga kekhawatiran bahwa keberadaan koperasi tersebut justru akan mematikan usaha kelontong milik masyarakat.

Kini sorotan publik beralih kepada proses perekrutan dan pembinaan calon manajer koperasi. Selain mempertanyakan transparansi seleksi, masyarakat juga mempertanyakan bentuk pelatihan yang diterapkan. Alih-alih lebih banyak dibekali ilmu manajemen, kepemimpinan bisnis, atau pengelolaan koperasi, para peserta justru mengikuti latihan bergaya militer seperti baris-berbaris, tinggal di barak, hingga berlatih menembakkan senjata api.

Disiplin memang merupakan nilai yang penting bagi setiap profesi. Namun, bentuk disiplin yang dibutuhkan seorang manajer koperasi tentu berbeda dengan disiplin yang dirancang untuk seorang prajurit.

Bayangkan Anda adalah direktur utama sebuah perusahaan taksi online. Suatu hari Anda membuka lowongan untuk posisi pengemudi dan mendapati sebagian besar pelamar belum pernah bekerja sebagai sopir profesional. Langkah yang paling masuk akal tentu memberikan pelatihan mengemudi menggunakan mobil yang akan mereka gunakan sehari-hari.

Anda tentu tidak akan meminta mereka berlatih menggunakan mobil Formula 1 di Sirkuit Monako. Keduanya memang sama-sama mengemudi, tetapi kebutuhan, tingkat kesulitan, dan tujuan akhirnya sangat berbeda. Mobil Formula 1 dirancang untuk pembalap profesional, bukan untuk melatih sopir taksi.

Analogi yang sama dapat diterapkan pada pelatihan calon manajer koperasi. Jika tujuan akhirnya adalah mengelola lembaga ekonomi masyarakat, maka materi pelatihan semestinya lebih banyak berfokus pada kemampuan manajerial, kepemimpinan organisasi, pengelolaan keuangan, penyelesaian konflik, serta pelayanan kepada anggota koperasi.

Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa latihan fisik dan kedisiplinan ala militer bertujuan membentuk mental yang tangguh. Gagasan tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, ketangguhan juga memiliki banyak bentuk.

Seorang pelaku usaha kecil yang bertahun-tahun menghadapi naik turunnya pendapatan, kehilangan modal akibat kondisi ekonomi, atau harus bekerja tanpa mengenal hari libur demi mempertahankan usahanya, juga memiliki ketangguhan yang tidak kalah besar. Ketangguhan seorang pengelola usaha lahir dari kemampuan mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, bukan semata-mata dari latihan fisik.

Karena itu, kesesuaian antara metode pelatihan dan kompetensi yang ingin dibangun menjadi hal yang sangat penting. Ketika metode yang digunakan tidak selaras dengan tujuan akhir, risiko yang muncul bukan hanya ketidakefektifan pelatihan, tetapi juga potensi terjadinya musibah.

Kini, lima calon manajer Kopdes telah meninggal dunia selama mengikuti pelatihan. Terlepas dari penyebab kematian masing-masing peserta, angka tersebut sudah cukup menjadi alasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain program. Satu korban jiwa saja sudah merupakan tragedi. Apalagi jika jumlahnya terus bertambah.

Pada akhirnya, seluruh perdebatan mengenai metode pelatihan, pola pembinaan, hingga mekanisme seleksi akan bermuara pada satu pertanyaan mendasar: apa sebenarnya tujuan utama Program Koperasi Desa Merah Putih?

Selama pertanyaan itu belum dijawab secara jelas, berbagai kontroversi yang mengiringi program ini kemungkinan akan terus bermunculan.

Previous Post

Merpati Balap, Hobi Tradisional yang Butuh Perawatan Khusus dan Berpotensi Menghasilkan

Next Post

Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

Next Post
Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penerangan Jembatan Gentala Arasy Sebagian Mati Total, Warga Pertanyakan Pengelolaan Pemprov Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merpati Balap, Hobi Tradisional yang Butuh Perawatan Khusus dan Berpotensi Menghasilkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh……Bintang Porno Terkenal di Amerika ini Ternyata Asli Tegal, Jawa Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!