Coming Home (Heimat und Mission), no. 422: > Sign of Contradictions/Signum Contradictionis (Lukas 2:34); Filsafat, “Reductio Ad Absordum/Reduction to Absurdity.
### Lukas 2:34 ujarnya, “Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – …” Maksudnya!? > Makna Teologis (Alkitabiah): Yesus adalah “tanda yang menimbulkan perbantahan” karena kehadiran-Nya menuntut keputusan, yang mengakibatkan kejatuhan atau kebangkitan. Ini menyingkapkan pikiran batiniah manusia. Nah, khotbah di Bukit tentang Kerajaan Allah, mesti dimengerti dengan akal-budi yang dijungkir-balikkan. “Bisa masuk Surga” tidak cuma diukur oleh/dengan menaati hukum² agama, tetapi dengan “mengosongkan diri” (An Niente), mengalami diri dalam kepasrahan total pada Allah Yang Makuasa. Oleh Yesus sendiri dialaminNya dengan wafat disalib (bdk. Filipi 2:7-8), yang di dalam bahasa Yunani diistilahkan Kenosis.
### Yang kontradiktif pada realitas hidup kita apa dan bagaimana? () Jika konsekuen mau mengikuti Yesus, menjadi “Terang Dunia” (Mateus 5:14-16), masak sih kemana-mana kita lebih suka naik mobil ber-AC dan berkacaya Reiben tebal? Kapan mau dikenal masyarakat bahwa kita Uskup, Imam, Diakon, Pewarta Kerajaan Allah?
Demikian juga para Pejabat Gereja Katolik, bukan? () Jika kita mau mengikuti Yesus Yang Miskin, dan bahkan mengikrarkan kaul kemiskinan, bukankah kita membenarkan diri kita dengan 2 Kor 8:9, Dia menjadi Miskin, supaya kita kaya? Dan benar, Gereja, Biara, Pastoran…tidak bisa dibiarkan tetap sederhana layaknya hunian orang² miskin. Mesti ada proyek renovasi, meskipun faktanya merobohkan dan membangun yang baru. > Dia Miskin, supaya GerejaNya Kaya.
Yesus berpuasa 40 hari 40 malam; pergi berdoa di tempat² yang sunyi. …Dia yang 100% Manusia dan Allah, menyadari benar akan dosa² warisan yang bersumber pada nafsu² kemanusiaan kita, seperti nafsu makan minum, ingin mendapat pujian (di-like-in), ingin berkuasa, kaya-raya, dlsb. Injil mencatat, 3 x digoda, 3 x setan dikalahkan. Dst.dst…Nah kita? Haus sedikit saja, sudah langsung pesan 2 gelas besar Es-Jus. Tradisi Jawa, yang belum mengenal kekristenan sudah mengenal Poso Nye-NÈN lan KEMIS, sebagai Ulah Rohani,
Dan kita, Gereja Katolik di Indonesia banyak dibantu oleh Umat Katolik di Belanda sana, yang melakukan, “Stichting Bisschoppelijke Vastenaktie Nederland” (dimulai th 1961), cikal bakal APP-KWI. Bukan cuma ber-Puasa, tetapi juga ber-Pantang. Mendapat banyak kado natal, tetapi dinikmati sendiri. Para miskin, yang selalu ada di antara kita tidak kebagian. Lalu!?
### Memang benar² “Menimbulkan Tanda² Perbantahan”. Yang mau lurus-lurus abaikan tulisan saya ini. Ndak logis, tidak masuk di akal. Cuma bisa memprovokasi. Dst.
[P.HAWEYAU SCJ, Dari Hutan SCJ Kepayang, Klawi, Bakauheni, Lampung Selatan, 31/1/2025, Salesian Day.]













Discussion about this post