JAMBI, Reportase8.com – Nasroel Yasier selaku Pengamat menilai, salah satu pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pilwako Jambi masih memberikan janji-janji kampanye yang bersifat klasik dan tidak ada parameter yang jelas dalam mewujudkan programnya, kalau nanti terpilih menjadi Walikota Jambi kedepan.
Menurutnya, hal tersebut harus diperhatikan oleh para kandidat mengingat Pilwako bukan sekedar ajang pemilihan setiap lima tahun sekali, namun juga momen untuk memberikan edukasi politik ke masyarakat.
“Sementara ini janji-janji yang diberikan masih bersifat umum dan secara slogan belum terukur dengan baik. Seharusnya janji-janji kampanye terukur, dan teruji, sehingga bisa memberikan pendidikan politik yang baik ke publik,” kata Nasroel Yasier kepada media, Jumat (20/9/2024).
Ia menambahkan, seharusnya para kandidat juga memberikan janji kampanye dengan bentuk realisasi yang jelas. Karena jika tidak, janji kampanye akan menimbulkan masalah karena ketidaksiapan anggaran dan pola koordinasi dalam birokrasi.
“Karena kalau tidak siap, seperti memberikan PHP (pemberi harapan palsu). Bagaimana realisasinya? kalau dari APBD, dana dari mana? Apa birokrasinya siap?,” tambahnya.
Nasroel juga mencermati, masih kandidat yang terjebak dengan janji-janji normatif yang kurang menyentuh masyarakat. Mereka kurang menggali apa yang dibutuhkan masyarakat setempat dan terjebak dalam pola kampanye lama.
Apalagi, dalam Pilwako nanti, banyak calon pemilih yang masih tergolong muda. Ia mengingatkan, bahwa pemilih muda cenderung lebih realistis dan jeli dengan kondisi saat ini. Sehingga jika apa yang dijanjikan kandidat dirasa kurang terukur, maka para pemilih muda pasti enggan untuk memberikan suaranya.
Nasroel Yasier mengingatkan agar para pemilih benar-benar mengenali calon kandidat Calon Walikota Jambi yang berkompetisi saat ini. Masyarakat harus memahami apa yang mereka butuhkan dan apa yang ditawarkan oleh calon kandidat, beserta bagaimana calon kandidat mewujudkan itu.
“Para calon pemilih yang akan menyalurkan hak pilihnya, harus benar-benar menghindari jebakan-jebakan politik yang kalimatnya enak didengar, jangan tertipu oleh itu. Dipahami cara berfikirnya dan apa kebutuhannya,” imbuh Nasroel Yasier.













Discussion about this post