Selasa, 26 Mei 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Ribuan Massa Geruduk Kantor Gubernur Jambi, Tuntut Penolakan Pembangunan Stockpile PT SAS

PT SAS Coba Bermain Mata dengan Media

06 Jan 2024 | 19:17
Ribuan Massa Geruduk Kantor Gubernur Jambi, Tuntut Penolakan Pembangunan Stockpile PT SAS
2.1k
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

JAMBI, Reportase8.com – Warga dari 26 RT di Kelurahan Aur Kenali, Desa Mendalo Darat, Mendalo Laut, bersama WALHI Jambi dan Mahasiswa Jambi, melakukan aksi terhadap rencana Pembangunan stockpile dan jalan khusus Batubara yang dikelola oleh PT. Sinar Anugerah Sukses (PT.SAS).

Baca Juga:Berita Lainnya

Pemuda Kritisi Kondisi Bahu Jalan Penuh Tambal Sulam di depan Kantor Gubernur

Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Tolak IRET, TCC dan Bullying

Sambut Bulan Maria Ratusan Umat Katolik Gereja Santa Teresia Jambi Ikuti Arakan Disertai Nyala Lilin

Dalam cuaca mendung, ratusan warga dari Aur Kenali dan sekitarnya terus bergerak seperti ombak menuju gedung gubernuran.

Mereka datang bukan untuk merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi, melainkan untuk menyuarakan penolakan yang telah lama terpendam.

Spanduk-spanduk mereka berkibar, bertuliskan keberatan atas rencana pembangunan stockpile batubara oleh PT SAS.

Aksi damai ini dilakukan bertepatan dengan perayaan HUT Provinsi Jambi yang ke-67 tahun dan kegiatan rapat paripurna Gubernur dan DPRD Provinsi Jambi. Pada dasarnya, Pembangunan stockpile ini terkesan dipaksakan oleh PT. SAS dan pemerintah Provinsi Jambi.

Sejak awal, masyarakat yang berada di sekitar rencana proyek dengan tegas menolak keberadaan stockpile dan jalan khusus batubara di wilayah pemukiman mereka.

Sementara itu, PT. SAS dan pemerintah tetap kukuh untuk tetap mempercepat pembangunan proyek tersebut dengan beralasan memiliki izin dan dokumen lingkungan berupa AMDAL yang telah kadaluarsa karena dikeluarkan pada tahun 2015.

Aksi yang dihadiri oleh ribuan massa ini merupakan bentuk protes masyarakat karena pembangunan stockpile dan jalan khusus Batubara berada sangat dekat di wilayah pemukiman masyarakat.

Bukan tanpa alasan, pembangunan stockpile dan jalan khusus batubara diproyreksikan akan menimbulkan kerusakan dan penurunan kualitas lingkungan.

Selain itu, Pembangunan stockpile dan jalan khusus Batubara ini akan mengancam Kesehatan masyarakat dan kenyamanan masyarakat Kelurahan Aur Kenali, Desa Mendalo Darat dan Mendalo Laut.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa aktifitas industri Batubara ini menimbulkan banyak permasalahan yang
merugikan masyarakat. Belum lagi, Pembangunan Stockpile dan jalan khusus Batubara ini tidak seseuai
dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Jambi yang menetapkan bahwa lokasi Pembangunan stockpile tersebut bukan kawasan industri, melainkan kawasan pemukiman.

Selain itu berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Direktorat Kepelabuhan Kementerian Perhubungan, Terminal Untuk Kepentingan Sendri (TUKS) milik PT. SAS merupakan bidang usaha pertanian, bukan pertambangan.

Direktur WALHI Jambi Abdullah memandang permasalahan stockpile dan jalan khusus Batubara ini merupakan buah dari relasi antara pengusaha dan penguasa.

Abdullah menyampaikan bahwa pemerintah tidak seharusnya mengutamakan bahkan memaksakan investasi daripada keselamatan rakyat Jambi khususnya masyarakat Kelurahan Aur Kenali, Mendalo Darat, Mendalo Laut, dan seluruh masyarakat di Provinsi Jambi yang saat ini lingkungannya rusak akibat industri Batubara.

Penolakan yang dilakukan oleh masyarakat Aur Kenali dan Mendalo ini merupakan gerakan penyelamatan lingkungan hidup yang perlu dikuatkan dan dicontoh oleh seluruh rakyat jambi yang lingkungan dan sumber kehidupannya dirusak oleh industri ekstraktif.

Abdullah menambahkan UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU Lingkungan Hidup).

Didalam mekanisme ini digunakan dengan istilah “daya dukun dan daya tamping” lingkungan hidup. Mekanisme ini  merupakan salah satu bentuk “Tindakan pengaman akibat pembangunan yang berdampak kepada lingkungna hidup” (safe guard).

Membicarakan hak, Dengan mengukur instrument mutu lingkungan hidup berdasarkan HAM, Didalam pasal 28H ayat (1) UUD 1945 “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”.

Kemudian, Thawaf Aly selaku ketua RT 23 dan Korlap I aksi ini menyampaikan masyarakat 26 RT Kelurahan Aur Kenali, Desa Mendalo Darat dan Mendalo Laut secara tegas menolak pembangunan stockpile dan jalan khusus Batubara di wilayah Aur Kenali, Desa Mendalo Darat dan Mendalo laut.

Penolakan itu didukung oleh 24 ketua RT, pengurus masjid, tokoh pemuda, dan pengurus lembaga adat. Tahwaf aly beralasan penolakan pihaknya karena RTRW asalnya di Kota Jambi merupakan lahan permukiman dan pertanian.

Selain itu, intake PDAM yang berada di sekitar stockpile akan terdampak, dimana ada 20 ribu 3 Kecamatan Alam Barajo, Kota Baru dan Telanaipura yang menderita nantinya jika dilangsungkan pembangunan.

“Aksi ini kami lakukan untuk menyelamatkan ruang hidup, Kesehatan, dan keselamatan masyarakat serta generasi penerus kami,” ungkapnya.

Previous Post

DPD Demokrat Jambi Resmi Beri Signal Dukung HAR Jadi Walikota Jambi 2024

Next Post

Edi Purwanto Paparkan Capain Kerja hingga Penghargaan DPRD Jambi Pada Rapat Paripurna HUT Jambi ke 67

Next Post
Edi Purwanto Paparkan Capain Kerja hingga Penghargaan DPRD Jambi Pada Rapat Paripurna HUT Jambi ke 67

Edi Purwanto Paparkan Capain Kerja hingga Penghargaan DPRD Jambi Pada Rapat Paripurna HUT Jambi ke 67

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Pemuda Kritisi Kondisi Bahu Jalan Penuh Tambal Sulam di depan Kantor Gubernur

    Pemuda Kritisi Kondisi Bahu Jalan Penuh Tambal Sulam di depan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik Pengurus DPW Jambi Raja Juli Antoni: PSI Bakal Jadi Perahu Tokoh Muda Potensial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen UIN STS Jambi Dr. Dedek Kusnadi : Masyarakat Sudah Cerdas Tidak Butuh Janji Manis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Maria Ratusan Umat Katolik Gereja Santa Teresia Jambi Ikuti Arakan Disertai Nyala Lilin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bakar Semangat Kader PSI, Ketua DPW Romi Hariyanto Orasi Penuh Makna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!