JAMBI, Reportase8.com – Pemerintah Provinsi Jambi membangun bunker radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher. Tetapi sangat disayangkan pembangunan bunker radioterapi digadang gadang menjadi terobosan baru bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher sampai saat ini belum kunjung rampung (molor dari target sebelumnya).
Pembangunan gedung bunker radioterapi center RSUD Raden Mattaher ini di bangun dengan alokasi dana khusus senilai Rp 16,6 miliar. Selain itu bantuan alat kesehatan untuk gedung tersebut sebesar Rp 57 miliar.
Terkait pembangunan bunker radioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher yang saat ini menjadi sorotan publik, dikarenakan sampai dengan akhir Tahun proyek pembangunan bunker RS Raden Mattaher belum selesai sesuai janji kepastian yang disampaikan oleh dari Dirut RSUD Raden Mattaher, dr Herlambang.
Sebelumnya Dirut RSUD Raden Mattaher Herlambang saat ditemui awak media mengatakan, dengan adanya bangunan bunker radioterapi ini nantinya ini akan menjadi terminalnya terapi dari kanker. Dia menjelaskan bahwa segala penyakit jenis kanker apapun bisa diobati di sini.
“Insyallah dengan sesuai pemeriksaan lalu masalah lanjutan kemoterapi dan juga mesti dibarengi radioterapi bisa diobati disini. Ini juga dilengkapi dengan semuanya baik dokter dan tim nya,” sebut Herlambang.
Dirut RSUD Raden Mattaher Herlambang dengan tegas juga memastikan jika pembangunan gedung baru ini nantinya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Herlambang pada 14 Juli 2023, Dia juga mengatakan bukan hanya radioterapi saja yang akan dikembangkan di RSUD Jambi ini melainkan untuk jantung dan stroke.
Salah satunya Anggota DPRD Provinsi Komisi 4 yang membidangi Rumah Sakit dan Pendidikan, Budi Yako trut buka suara terkait pembangunan Bunker Radiologi RS Raden Mattaher Jambi molor dari waktu yang telah di rencanakan. Rencana awal Bunker akan di bangun pada awal Tahun 2023 lalu, namun kenyataannya peletakan batu pertama di kerjakan pada 14 Juli 2023 lalu dan hingga akhir Desember 2023, bangunan Radiologi Therapy Kanker dengan nilai Milyaran itu belum juga rampung, ada apa?
” Harusnya awal Tahun 2023 bangunan tersebut sudah bisa di kerjakan, kenapa saya katakan begitu, sebab kita semua tau bahwa proses penganggaran telah selesai pada setiap 30 November artinya pada awal tahun 2023 lalu sudah bisa kerjakan, namun kenyataanya baru mulai dikerjakan pada Juli 2023 itupun peletakan batu pertama, malah pembangunan kita amati di kerjakan pada september 2023, ini ada apa? kok lama sekali”. Ucap Budiyako dari Komisi IV DPRD Provinsi Jambi.
Budi Yako mengungkapkan, “Sejak awal saya sudah pesimis bukan optimis, kenapa demikian?, karena sejak awal proses tendernya saja lambat, yang jadi masalah itu kenapa?, ada apa?tarik ulur sehingga proses lelang proyek itu terlambat, sementara idealnya anggaran sudah tersedia dari awal, kelihatannya saat ini terbukti, belum selesai” tegas Anggota DPRD Provinsi Jambi yang akrab disapa Budi.
Budi Yako juga menambahkan apakah indikasi ataupun dugaan adanya “titipan”, tetapi idealnya harus sudah dimanfaatkan dan yang kita takutkan nanti, kontraktornya tidak professional, kenapa?bunker itu kan sangat rawan, fungsi bangunan tersebut apakah sudah sesuai, karena dikejar deadline, didesak desak, sehingga mempengaruhi kualitas.
Budi yako melihat adanya proses tender yang terkesan tarik ulur.” kami dari komisi IV DPRD Provinsi Jambi bisa melihat kenapa proses pembangunan itu terkesan lamban, yakni ada dugaan tarik ulur proses tender yang di lakukan, idealnya anggaran telah tersedia dari awal, tender itu harusnya Januari 2023 sudah bisa di kerjakan, infonya ada tarik ulur rekanan yang akan mengerjakan, indikasinya ada titipan rekanan, ini yang kita sayangkan. “Ucap Budiyako.Sabtu,(30/12/2023)
Harusnya kata Budi Yako, Bangunan itu sudah bisa di fungsikan pada tahun 2024 ini.” kami dari komisi IV sebagai Mitra kerja tentu sangat menyayangkan hal ini, sebab hingga kini bangunan Bunker itu belum kelar pembangunannya, Harusnya sudah bisa di manfaatkan untuk kebutuhan masyarakat namun ini kan tidak, akibat ketidak profesionalan itu tadi, waktu pengerjaan yang mepet sehingga akan muncul pertanyaan apakah bangunan Bunker sesuai dengan standar kualitas? bangunan bunker Radiologi itu kan rawan radiasi.” imbuhnya.
Politisi Gerindra ini minta pihak BPK RI mengaudit jika bangunan Bunker ini selesai di kerjakan.” kita minta pihak BPK RI benar-benar mengaudit spek/ kualitas kegiatan dan bangunan apakah sesuai dengan SOP, jangan sampai nanti terjadi bencana akibat bangunan yang tidak sesuai, sebab kita tau Bunker Radiologi itu apa? tegasnya.
“Harapannya memang nanti, pada akhirnya BPK nantinya benar-benar mengaudit spek kegiatan proyek pembangunan bunker tersebut, Saya selaku wakil rakyat berkewajiban menuntut kualitas dari pada proyek bunker ini”pungkasnya.
Dalam waktu dekat, kata Budi Yako Komisi IV akan Turlap ke Lokasi.” yang yang jelas akan kita lakukan dalam waktu dekat ini, waktunya kapan, nanti kita kabari.” pungkasnya. (eki)













Discussion about this post