JAMBI, Reportase8.com – Terminal Penumpang merupakan terminal untuk menaikkan dan atau menurunkan penumpang. Sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 Tahun 1995 Tentang Terminal Transportasi Jalan, Terminal penumpang merupakan prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur kedatangan dan pemberangkatan kendaraan.
Sangat disayangkan dan memprihatinkan, anggaran milyaran dalam pembangunan terminal Rawasari Kota Jambi, tampak terlihat mangrak tidak difungsikan. Bahkan kerap dipakai tongkrongan anak anak muda serta berjualan. Minggu, (5/11/23).
Terminal Rawa Sari yang awalnya digadang-gadang oleh Pemerintah Kota Jambi menjadi terminal modern masih tampak jauh dari yang diangan-angankan. Pasalnya belum lama pekerjaannya rampung, proyek revitalisasi terminal Rawa Sari dengan anggaran sebesar Rp 15 Milyar yang bersumber dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) itu sudah banyak menimbulkan tanda tanya hingga dugaan bahwa gedung senilai Rp 15 Milliar tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi awal.
Diberitakan sebelumnya oleh Japos.co, 17 Februari 2023 diketahui jumlah atau nilai total dari proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Jambi itu sebesar Rp 14,999,900,000.00. Dengan kondisi saat ini, nilai fantastis tersebut dinilai kontras.
Seperti halnya material kaca pada sejumlah pintu di gedung lantai 1 tercantum merek dengan nama Tamindo Tempered, SNI: 15 – 0131 – 2006 LsPr – 004 -1DN. Namun merek pintu kaca itu sama sekali tidak ada tertera pada pintu kaca di lantai kedua (atas).
Berdasarkan data yang diperoleh awak media, hal tersebut semakin janggal. Bayangkan duit yang dianggarkan untuk pekerjaan kosen pintu, jendela, dan ventilasi di lantai 1 itu saja mencapai Rp 1.303.255.902,50. Untuk dilantai 2 dengan objek pekerjaan yang sama, namun tak jelas mereknya nilainya sangat jauh berbeda yakni Rp 363,008,135.00. (Dikutip dari Japos.co).
Masyarakat Jambi banyak pertanyaan terkait pembangunan terminal Rawasari tersebut yang terkesan dipaksanakan. Disaat ini zaman sudah disuguhi dengan media media Online, baik belanja hingga pemesanan kendaraan tumpangan, sehingga fungsi terminal angkutan penumpang akhirnya tidak dapat berfungsi dengan baik.
Sampai dimana kajian pembangunan Terminal Rawasari terkait dari sisi nilai pemanfaatannya dengan menelan biaya anggaran milyaran rupiah.
Salah satu masyarakat sekitar terminal saat ditemui menyampaikan kebingungannya terhadap pembangunan terminal Rawasari Kota Jambi.
“Sayo malah bingung pak, karena waktu belum dibangun be terminal rawasari ni be la sepi, la banyak wargo ni punyo sepeda motor, tau dewek la sepeda motor ni bukan barang mahal lagi, semua orang biso beli, ditambah lagi la ado gojek online, dan lainnyo tu, murah pulo, dijemput depan rumah lagi, jadi kami be dak tau untuk apo terminal ni dibangun sebagus ini” ungkap bu yanti. Minggu,(5/10)
Senada dengan beberapa warga lain saat ditanya manfaat dari dibangunnya Terminal Rawasari Kota Jambi ini.
Dikutip Jambrita tertanggal 18 Januari 2022, Wakil Walikota Jambi Wakil Wali Kota Jambi Maulana meninjau langsung pembangunan yang ada di terminal Rawasari di kelurahan Sungai Asam kecamatan Pasar dan mengatakan pedagang yang berjualan di terminal Rawasari, nantinya akan diprioritaskan para pedagang yang lapaknya sempat dibongkar.
“Karena kawasan ini sudah revitalisasi akan didata oleh lurah dan camat. Yang tempatnya dibongkar akan menjadi prioritas,” kata Maulana.
Maulana juga mengatakan, selain dari angkutan kota. Pihaknya juga menyediakan setidaknya 23 tempat untuk para pedagang. “Ada 23 tenan sebagai pusat perdagangan batik, oleh-oleh dan dua wing (sisi, red) untuk UMKM,” ujarnya.
Hal ini juga menjadi salah satu perhatian oleh Nasroel Yasier selaku pengamat Kebijakan Publik, Nasroel mempertanyakan tentang kajian sebelum adanya pembangunan dari sisi pemanfaatan hingga fungsinya.
“Apa pun itu pembangunan infrastruktur harus ada kajian yang spesifik, baik manfaat, fungsi, dampak, serta kajian studi kelayakan, kita semua tahu kondisi saat ini, dunia online merajalela dan sudah menjadi kebutuhan pokok setiap orang dan masyarakat juga tahu bahwa sebelum dibangun pun Terminal Rawasari ini sudah sepi, karena angkot sudah kurang, kenapa tetap dibangun? Kajiannya sudah sejauh mana? Itu semua masyarakat wajib tahu” tegas Nasroel Yasier sosok pengamat yang berjiwa muda ini.Minggu, (5/11/2023)
Nasroel menambahkan sekarang ini semua serba Online, belanja online, angkutan penumpang online dan lainnya, sehingga Pemerintah wajib berfikir bagaimana membuat inovasi atau formula guna pemanfaatan bangunan terminal ini dapat dimanfaatkan secara baik.
“Konsepnya kan peremajaan Terminal untuk penumpang, makanya gambar konsepnya Terminal kalau sekarang digeser jadi tempat jualan UMKM, kenapa sejak awal tidak dibangun mall khusus UMKM saja, inikan membingungkan masyarakat” pungkasnya.













Discussion about this post