Jambi – Yayasan Wahana Global Jambi (WaGJi) mengapresiasi kinerja Kantor Balai Pelestarian Budaya Jambi yang terus mendorong upaya pelestarian bangunan bersejarah, khususnya Rumah Batu yang berada di kawasan Olak Kemang, Kota Jambi.

WaGJi menilai langkah konsolidasi yang dilakukan tim kerja bersama tenaga ahli dengan didampingi Kantor BPK Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Jambi menjadi perkembangan positif dalam upaya merealisasikan revitalisasi Rumah Batu Olak Kemang sebagai salah satu bangunan bersejarah yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan kebudayaan Kota Jambi.

Kepala Pengawasan Seni dan Budaya WaGJi, Tapo Tarsisius mengatakan, perhatian terhadap Rumah Batu sebenarnya telah didorong sejak masa Penjabat (Pj.) Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih. Pada saat menjabat, Sri Purwaningsih dinilai cukup fokus mendorong pelestarian berbagai peninggalan sejarah di Kota Jambi, termasuk rencana revitalisasi Rumah Batu Olak Kemang.
“Disela waktu Tim WaGJi pun berkesempatan bertemu dengan mantan Pj. Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih untuk mengetahui sejauh mana proses revitalisasi Rumah Batu. Beliau menyampaikan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan di tingkat pusat,” ujar WaGJi. Rabu, (9/6/2026).
Menurut WaGJi, koordinasi yang telah dilakukan oleh mantan Pj. Wali Kota dengan Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan tersebut menjadi bagian penting dari proses awal revitalisasi. Selanjutnya, pemerintah kota melalui wali kota definitif diharapkan dapat melakukan tindak lanjut kepada kementerian terkait untuk memastikan sejauh mana perkembangan proses tersebut.
“Artinya, pondasi koordinasinya sudah pernah dilakukan. Tinggal bagaimana pemerintah kota saat ini mem-follow up kepada kementerian, sejauh mana proses dan langkah yang sudah berjalan sehingga revitalisasi Rumah Batu ini tidak berhenti pada tahap wacana,” tegas Tarsisius.
WaGJi juga mengapresiasi BPK Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Jambi yang dinilai menunjukkan perhatian terhadap keberadaan bangunan bersejarah tersebut.
Beberapa waktu lalu, tim kerja bersama tenaga ahli dengan didampingi BPK Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Jambi telah melakukan konsolidasi terkait rencana revitalisasi Bangunan Rumah Batu di kawasan Olak Kemang.
Konsolidasi tersebut dinilai menjadi langkah awal yang penting untuk menyatukan pandangan mengenai konsep, teknis, nilai sejarah, serta langkah pelestarian Rumah Batu agar revitalisasi nantinya tetap memperhatikan karakter dan nilai autentik bangunan.
WaGJi berharap konsolidasi antara pemerintah daerah, kementerian, tenaga ahli dan para pemangku kepentingan dapat terus berlanjut hingga menghasilkan langkah konkret.
“Rumah Batu bukan sekadar bangunan tua. Di dalamnya terdapat nilai sejarah dan kebudayaan yang harus dijaga. Revitalisasi harus dilakukan dengan prinsip pelestarian, bukan menghilangkan karakter sejarahnya,” kata WaGJi.
WaGJi menegaskan bahwa keberadaan bangunan bersejarah merupakan aset kebudayaan yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata sejarah di Kota Jambi.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan revitalisasi secara fisik, tetapi juga menyiapkan konsep pemanfaatan, edukasi sejarah, pengelolaan kawasan dan promosi wisata agar Rumah Batu Olak Kemang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran sejarah bagi generasi mendatang.
WaGJi berharap perhatian terhadap Rumah Batu Olak Kemang terus mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dengan adanya koordinasi dan konsolidasi yang mulai dilakukan, WaGJi optimistis revitalisasi Rumah Batu dapat segera masuk ke tahapan yang lebih konkret.
“Yang paling penting sekarang adalah kesinambungan. Jangan sampai setiap pergantian kepala daerah membuat program pelestarian kembali dari awal. Apa yang sudah dibangun oleh mantan Pj. Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih melalui koordinasi dengan kementerian harus dilanjutkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah kota,” pungkas WaGJi.












Discussion about this post