JAMBI, Reportase8.com – Yayasan Wahana Global Jambi (WaGJi) mendorong Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk segera melakukan revitalisasi terhadap sejumlah bangunan peninggalan sejarah, khususnya yang berada di kawasan Kota Tua Muara Tembesi.
WaGJi menilai bangunan dan kawasan bersejarah tersebut merupakan aset budaya yang sangat berharga dan memiliki nilai sejarah yang tidak dapat diukur hanya dari sisi ekonomi.
Menurut WaGJi, pemerintah daerah perlu segera melakukan langkah konkret untuk menyelamatkan dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah tersebut agar tidak rusak, hilang, maupun terlupakan oleh perkembangan zaman.
“Peninggalan sejarah merupakan aset yang sangat berharga dan tidak bisa diukur dengan apa pun. Pemerintah Kabupaten Batanghari harus segera melakukan revitalisasi dan pelestarian terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang ada,” demikian pandangan Hendra selaku Ketua WaGJi. Selasa, (8/9/2026)
Hendra juga mengatakan bahwa, keberadaan bangunan bersejarah tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pengetahuan bagi generasi mendatang. Melalui peninggalan tersebut, generasi muda dapat mempelajari perjalanan sejarah daerah sekaligus memahami bagaimana kehidupan masyarakat pada masa lalu.
“Peninggalan sejarah merupakan aset yang dapat kita wariskan kepada anak cucu. Nilainya sangat penting dari sisi pendidikan dan pengetahuan. Jangan sampai generasi yang akan datang justru tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri,” tegas Hendra.
Muara Tembesi Memiliki Jejak Sejarah Kolonial
Kawasan Muara Tembesi memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada masa kolonial Belanda, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan, militer, dan perdagangan yang memiliki posisi strategis di wilayah Jambi.
Berbagai catatan, foto, dan dokumentasi mengenai sejarah serta wilayah Muara Tembesi pada masa kolonial Belanda juga tersimpan di Tropenmuseum, Amsterdam, yang sejak 2023 menggunakan nama Wereldmuseum (World Museum).
Sejumlah bangunan dan kawasan yang menjadi bagian dari sejarah Muara Tembesi antara lain kawasan Kota Tua Muara Tembesi, Benteng Muara Tembesi, serta bangunan bekas penjara kolonial yang dikenal masyarakat dengan sebutan Vanis.
Benteng Muara Tembesi merupakan salah satu peninggalan yang berkaitan dengan sejarah pertahanan kolonial Belanda. Keberadaannya menjadi bagian dari jejak sejarah militer di kawasan tersebut yang memiliki posisi strategis terhadap jalur perairan dan daratan.
Selain itu, terdapat pula bangunan penjara peninggalan masa kolonial yang dikenal sebagai Vanis. Bangunan tersebut disebut pernah digunakan untuk menahan para pejuang kemerdekaan dan bahkan masih dimanfaatkan sebagai penjara hingga sekitar dekade 1980-an.
Jejak sejarah lainnya meliputi bekas kantor Kawedanan, rumah-rumah bergaya kolonial Belanda, Bioskop Mawar yang berdiri sekitar tahun 1950, Sekolah Rakyat, rumah singgah Bung Hatta, serta kawasan pasar tradisional.
Dorong Pelestarian Menjadi Prioritas
WaGJi berharap Pemkab Batanghari tidak melihat bangunan-bangunan tersebut hanya sebagai bangunan tua, tetapi sebagai bagian penting dari identitas dan sejarah daerah.
Revitalisasi, menurut WaGJi, dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai historis bangunan. Selain menyelamatkan bangunan dari kerusakan, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah, wisata budaya, dan destinasi heritage.
WaGJi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan peninggalan sejarah tersebut. Pelestarian sejarah dinilai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat, komunitas sejarah, generasi muda, serta berbagai pihak terkait.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya sendiri. Karena itu, sejarah Muara Tembesi harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Hendra.
WaGJi pun berharap Pemkab Batanghari dapat segera melakukan inventarisasi, kajian kondisi bangunan, dokumentasi, serta menyusun program revitalisasi kawasan bersejarah secara terencana dan berkelanjutan.
Langkah tersebut dinilai penting agar jejak sejarah Muara Tembesi tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan dan kebanggaan bagi masyarakat Batanghari dan Jambi di masa mendatang.













Discussion about this post