Rabu, 9 September 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

WaGJi Dorong Pemkab Batanghari Revitalisasi Bangunan Bersejarah di Muara Tembesi

08 Sep 2026 | 07:32
WaGJi Dorong Pemkab Batanghari Revitalisasi Bangunan Bersejarah di Muara Tembesi
205
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

JAMBI, Reportase8.com – Yayasan Wahana Global Jambi (WaGJi) mendorong Pemerintah Kabupaten Batanghari untuk segera melakukan revitalisasi terhadap sejumlah bangunan peninggalan sejarah, khususnya yang berada di kawasan Kota Tua Muara Tembesi.

Baca Juga:Berita Lainnya

WaGJi Desak Pemkot Jambi Segera Revitalisasi Bangunan Sejarah Rumah Batu di Olak Kemang

Jambi Darurat Rokok Ilegal, Kemenkeu Harus Turun Tangan

Kepedulian Warga Jambi untuk Korban Gempa Flores Menggema di Taste of Merdeka 2026

WaGJi menilai bangunan dan kawasan bersejarah tersebut merupakan aset budaya yang sangat berharga dan memiliki nilai sejarah yang tidak dapat diukur hanya dari sisi ekonomi.

Menurut WaGJi, pemerintah daerah perlu segera melakukan langkah konkret untuk menyelamatkan dan melestarikan berbagai peninggalan sejarah tersebut agar tidak rusak, hilang, maupun terlupakan oleh perkembangan zaman.

“Peninggalan sejarah merupakan aset yang sangat berharga dan tidak bisa diukur dengan apa pun. Pemerintah Kabupaten Batanghari harus segera melakukan revitalisasi dan pelestarian terhadap bangunan-bangunan bersejarah yang ada,” demikian pandangan Hendra selaku Ketua WaGJi. Selasa, (8/9/2026)

Hendra juga mengatakan bahwa, keberadaan bangunan bersejarah tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pengetahuan bagi generasi mendatang. Melalui peninggalan tersebut, generasi muda dapat mempelajari perjalanan sejarah daerah sekaligus memahami bagaimana kehidupan masyarakat pada masa lalu.

“Peninggalan sejarah merupakan aset yang dapat kita wariskan kepada anak cucu. Nilainya sangat penting dari sisi pendidikan dan pengetahuan. Jangan sampai generasi yang akan datang justru tidak mengetahui sejarah daerahnya sendiri,” tegas Hendra.

Muara Tembesi Memiliki Jejak Sejarah Kolonial

Kawasan Muara Tembesi memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Pada masa kolonial Belanda, kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pemerintahan, militer, dan perdagangan yang memiliki posisi strategis di wilayah Jambi.

Berbagai catatan, foto, dan dokumentasi mengenai sejarah serta wilayah Muara Tembesi pada masa kolonial Belanda juga tersimpan di Tropenmuseum, Amsterdam, yang sejak 2023 menggunakan nama Wereldmuseum (World Museum).

Sejumlah bangunan dan kawasan yang menjadi bagian dari sejarah Muara Tembesi antara lain kawasan Kota Tua Muara Tembesi, Benteng Muara Tembesi, serta bangunan bekas penjara kolonial yang dikenal masyarakat dengan sebutan Vanis.

Benteng Muara Tembesi merupakan salah satu peninggalan yang berkaitan dengan sejarah pertahanan kolonial Belanda. Keberadaannya menjadi bagian dari jejak sejarah militer di kawasan tersebut yang memiliki posisi strategis terhadap jalur perairan dan daratan.

Selain itu, terdapat pula bangunan penjara peninggalan masa kolonial yang dikenal sebagai Vanis. Bangunan tersebut disebut pernah digunakan untuk menahan para pejuang kemerdekaan dan bahkan masih dimanfaatkan sebagai penjara hingga sekitar dekade 1980-an.

Jejak sejarah lainnya meliputi bekas kantor Kawedanan, rumah-rumah bergaya kolonial Belanda, Bioskop Mawar yang berdiri sekitar tahun 1950, Sekolah Rakyat, rumah singgah Bung Hatta, serta kawasan pasar tradisional.

Dorong Pelestarian Menjadi Prioritas

WaGJi berharap Pemkab Batanghari tidak melihat bangunan-bangunan tersebut hanya sebagai bangunan tua, tetapi sebagai bagian penting dari identitas dan sejarah daerah.

Revitalisasi, menurut WaGJi, dapat dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai historis bangunan. Selain menyelamatkan bangunan dari kerusakan, kawasan tersebut juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang edukasi sejarah, wisata budaya, dan destinasi heritage.

WaGJi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keberadaan peninggalan sejarah tersebut. Pelestarian sejarah dinilai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat, komunitas sejarah, generasi muda, serta berbagai pihak terkait.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya sendiri. Karena itu, sejarah Muara Tembesi harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Hendra.

WaGJi pun berharap Pemkab Batanghari dapat segera melakukan inventarisasi, kajian kondisi bangunan, dokumentasi, serta menyusun program revitalisasi kawasan bersejarah secara terencana dan berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar jejak sejarah Muara Tembesi tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan dan kebanggaan bagi masyarakat Batanghari dan Jambi di masa mendatang.

Previous Post

Kepedulian Warga Jambi untuk Korban Gempa Flores Menggema di Taste of Merdeka 2026

Next Post

Bandara Soetta Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post
Bandara Soetta Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Bandara Soetta Kembali Beroperasi Usai Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Karhutla Jambi Makin Mengkhawatirkan, Lahan Terbakar Tembus 300 Hektare, Kabut Asap Mulai Selimuti Kota

    Karhutla Jambi Makin Mengkhawatirkan, Lahan Terbakar Tembus 300 Hektare, Kabut Asap Mulai Selimuti Kota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gempa 7.7 Skala Richter (SR) Guncang Pulau Flores NTT

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepedulian Warga Jambi untuk Korban Gempa Flores Menggema di Taste of Merdeka 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Sosok Eurico Guterres yang Selalu Disegani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gempa M5,2 Guncang Manggarai NTT, Tidak Berpotensi Tsunami

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!