JAMBI, Reportase8.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi kembali menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Hingga Selasa (11/8/2026), luas lahan yang terbakar di sejumlah wilayah Jambi telah mencapai lebih dari 300 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi menyebut, salah satu lokasi dengan kebakaran terluas berada di kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut mencapai sekitar 50 hektare.
Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang dinilai masih memiliki potensi api kembali muncul. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan sulit dideteksi secara kasatmata.
Di tengah penanganan karhutla, dampak asap mulai dirasakan masyarakat. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan Kota Jambi dan sekitarnya pada Selasa pagi. Meski belum terlalu pekat, kondisi tersebut mulai berdampak terhadap kualitas udara.
Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet sekitar pukul 09.30 WIB, kualitas udara Kota Jambi berada pada angka 105 dan masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, Kabupaten Muaro Jambi tercatat lebih tinggi, yakni 157, yang juga berada dalam kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut membuat Pemerintah Provinsi Jambi mulai mempertimbangkan langkah perlindungan bagi masyarakat, termasuk kemungkinan mengeluarkan imbauan penggunaan masker dan meliburkan kegiatan belajar bagi anak usia dini apabila kualitas udara terus memburuk.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan. Jika kondisi tidak sehat bertahan, pemerintah akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak PAUD.
Sementara itu, upaya penanganan karhutla terus diperkuat. BNPB telah menyiapkan dukungan pesawat untuk membantu operasi penanganan, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) apabila terdapat pertumbuhan awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian hujan.
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Batang Hari. Pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, kebakaran melanda lahan mineral di Desa Pelayangan, Kecamatan Muara Tembesi. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare dan ditumbuhi vegetasi kebun kelapa sawit serta karet milik warga.
Sebanyak 11 personel BPBD, tujuh personel Manggala Agni dan Babinsa dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan setelah petugas melakukan pemadaman selama kurang lebih tiga jam, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Di sisi lain, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi hingga Selasa masih berjalan normal. Jarak pandang penerbangan dilaporkan rata-rata masih di atas 5.000 meter sehingga kabut asap belum mengganggu operasional penerbangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.
Dengan puncak musim kemarau yang masih berlangsung, kewaspadaan terhadap karhutla di Jambi diperkirakan perlu terus ditingkatkan, terutama di kawasan gambut yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.













Discussion about this post