JAMBI, Reportase8.com – Pada dasarnya industri pertambangan menghasilkan metal dan metaloid dalam konsentrasi tinggi yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Selain itu, penggunaan metode tradisional penambangan secara terus menerus sanggup meningkatkan emisi produk beracun dan produk tidak ramah lingkungan lainnya.
Dalam artikel The Harvard College Global Health Review (HCGHR), Dr. Michael Hendryx, peneliti dari West Virginia University, mengatakan, pekerja dan masyarakat yang berada dekat pertambangan batu bara terganggu risiko kematian lebih tinggi akibat penyakit jantung, pernapasan, dan ginjal kronis.
Menyikapi akan kekhawatiran dampak perihal Debu Batu Bara dari stockpile yang akan dibangun, warga 26 RT di Kelurahan Aur Kenali kembali menolak adanya pembangunan stockpile batu bara oleh PT. SAS.
Hal ini disampaikan oleh Tawaf Ali ketua RT.23 Kelurahan Aur Kenali saat mengikuti rapat dengam pemerintah provinsi, pemkot, OPD terkait dan PT. SAS, rabu (27/12) malam, di hotel Aston Jambi.
“Kami 26 RT dari Kelurahan Aur Kenali dan Mendalo menolak adanya PT.SAS.” ujar Tawaf.
Menanggapi hal tersebut, Sekda Provinsi Jambi meminta kepada Tawaf untuk tidak membawa nama-nama RT lain.
“Bapak menolak silahkan, tapi jangan bawa yang lain. Ini investasi sudah berjalan, kalau mau menolak silahkan lewat jalur hukum.” Ujar Sudirman dengan nada sedikit meninggi.
Dalam pertemuan itu, Thawaf Ali juga menyerahkan pernyataan warga Aurkenali dan Desa Mendalo Darat serta Mendalo Laut yang tetap menolak jalur khusus batu bara dan stockpile di Aurkenali. Pernyataan itu ditandatangani oleh 24 ketua RT, para pengurus masjid, tokoh-tokoh pemuda, termasuk pengurus lembaga adat.
“Kalau ini tetap dipaksakan, maka akan berhadapan langsung dengan masyarakat.” Jelas Tawaf.
Warga lainnya yang juga hadir dalam kegiatan ini mengaku heran dengan pemprov. Menurutnya pemprov hadir bukan untuk warga, tetapi malah seperti juru bicara perusahaan.
“Pemprov kayak jubir perusahaan,” celetuk salah satu warga usai menghadi rapat.
Sementara itu rapat yang digelar tidak menyimpulkan apapun dan langsung ditutup oleh Sudirman.
“Maaf kita tidak membuat kesimpulan dan rapat kita tutup.” Pungkasnya.
Kekhawatiran masyarakat akan ancaman dampak Kesehatan terkait adanya stockpile batu bara merupakan sesuatu yang sangat disadari bersama, apabila tetap akan dibangun keresahan masyarakat akan debu yang beterbangan akan menimbulkan gangguan kesehatan.
Penolakan warga terhadap PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dimulai sejak tanggal 4 November 2023 sudah sangat jelas, tetapi PT SAS terus saja masih berupaya membujuk warga, untuk merealisasikan pembangunan stockpile di wilayah Aurkenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Hal tersebut pun menjadi pertanyaan besar terhadap sikap dari Pemprov Jambi.
Mengintip Profil PT SAS yang Berencana Bangun Stockpile Batu Bara Tapi Ditolak Warga Aur Kenali
Dari laman modi.esdm.go.id, diketahui jika PT SAS beralamat di Jl Lintas Jambi Muara Bulian Km12, RT 07/01, Dusun Kenali Kecil, Desa Mendalo Darat, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi.
Perusahaan ini memiliki izin usaha pertambangan (IUP) dengan nomor 54/1/IUP/PMA/2017 yang berlaku sejak 17 Oktober 2017, dan izin ini akan berakhir pada 29 Mei 2028.
Perusahaan itu saat ini berada dalam tahapan operasi produksi, dengan kode WIUP 3115033032014041. Lokasi kegiatan pertambangan PT SAS terletak di Kabupaten Sarolangun, yang mencakup luas area produksi sebesar 1.273 hektar.
PT SAS juga memiliki struktur saham yang menarik. Dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Artha Nusantara Mining sebesar 99.75 persen. PT Artha Nusantara Resources memiliki 0.25 persen saham dalam perusahaan ini.
Dalam susunan direksi perusahaan, Michael Higgins menjabat sebagai Komisaris sejak 17 Oktober 2017, dan belum ada tanggal akhir yang disebutkan.
Di samping itu, David Andre Pratama juga menjabat sebagai Direktur dengan tanggal yang sama, dan juga belum ada tanggal akhir yang disebutkan.
Khusus yang dikerjakan PT SAS, perusahaan ini membangun jalan khusus, dari Sarolangun sampai Mendalo Laut sepanjang 105 Km. Perusahaan ini sudah mengerjakan untuk tahap 1 nya, dari Tempino – Mendalo Laut.
Perusahaan ini juga minta izin ingin membangun underpas (terowongan). Perizinan perusahaan ini lengkap, hanya ada kendala lahan kurang lebih 3 Ha di wilayah Aur Kenali, yang saat ini ramai diperbincangkan.
Rute jalan dari mulut tambang hingga Mendalo, rencananya akan melewati wilayah Citra Raya City.
Karena lokasi stockpile berada di seberang jalan nasional, maka perusahaan memiliki rencana untuk membangun terowongan bawah tanah (underpass). Hingga nantinya bisa sampai ke wilayah Aur Kenali, Telanaipura.
Jalan khusus batu bara di Jambi yang kini sedang dibangun memang sengaja menghindari jalan umum, karena itu menjadi salah satu syarat yang diajukan pemerintah Provinsi Jambi agar tak lagi menimbulkan polemik.
PT SAS juga tercatat dalam data Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Provinsi Jambi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Direktorat Kepelabuhan Provinsi Jambi.
Perusahaan ini memiliki type terminal yaitu Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), namun bidang usaha yang tercatat adalah untuk sektor pertanian. (*)













Discussion about this post