JAMBI, Reportase8.com – Video viral tersebar di media sosial, terekam pada video tersebut perselisihan antara sopir truk dan diduga anggota Satgas ATJ.
Unggahan yang viral di media sosial TiTok. Kegeraman warga net meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku.
Saat dikonfermasi terkait perihal tersebut, dengan tegas oleh Ketua Satgas BPABB dan ATJ, Dedi Sucipto, memberikan penjelasannya.
“Selama ini pihaknya memilih untuk diam mengenai video itu, karena sedang mengumpulkan informasi mengenai kebenarannya”ungkap Sucipto.
Sucipto menyampaikan kronologinya, saat itu sopir batu bara melakukan “aksi blong kanan” di saat Satgas BPABB dan ATJ sedang bertugas mensterilkan jalan, karena mobil ambulans akan melintas.
Sucipto, menceritakan bahwa Satgas di resor wilayah Kampung Baru Pal V Tembesi, memberi info terkait ambulans yang membawa pasien dari rumah sakit dari arah Tembesi menuju Sarolangun.
“Dan di saat itu kita beri tugas untuk mensterilkan jalan kepada seluruh Satgas BPABB dan ATJ di resor masing-masing, terkait adanya ambulans yang akan melintas. Di saat sedang bertugas, si sopir mobil dina merah melakukan blong kanan,” kata Sucipto dalam video pernyataannya yang diterima media ini. Sabtu (29/10/2023).
Pihaknya pun, Satgas BPABB dan ATJ, atas nama Hilman dan Pendi menegur sopir tersebut. Namun saat ditegur, kata dia sopir melawan dan tidak mengindahkan.
“Mobil dina merah itu dihentikan dengan satgas disuruh ke kiri, biar jangan ngeblong kanan, posisi mobil mati, sopir dak terima. “Ngapo ngatur-ngatur”,” jelas Dedi.
Kata dia, pihaknya telah menjelaskan dari tim Satgas.
“Setelah ambulans lewat, sopir dak terima, nantang satgas, mobil ini melakukan blong kanan lagi sampai ke batas Desa Jebak. Sementara, di Desa Jebak itu masyarakat lagi ramai, karena kedapatan sore itu sopir di dalam mobil terdapat sajam dan pistol rakitan. Lalu mobil blong kanan ditahan satgas dan warga, dikasih arahan, tapi masyarakat ditantang semua, diajak duel,” kata dia.
Akhirnya kata dia, terjadi cekcok hingga sopir pukul warga sampai luka.
Masyarakat pun tidak terima dan terjadi cekcok, kemudian sopir batu bara itu pergi membawa mobilnya.
“Infonya melapor ke Polsek. Itulah kejadian sebenarnya, jangan termakan berita hoaks yang beredar di luar sana sebelum tahu kebenarannya,” pungkasnya.













Discussion about this post