REPORTASE8.com, Jambi – Asosiasi Tranportir Jambi rapat terbatas bersama Sekda Provinsi Jambi , terkait laporan kinerja ATJ di lapangan, dalam paparan singkatnya ATJ melaporkan dengan data lengkap secara sistematis dan terukur, apa saja yang sudah di kerjakan, mulai dari laporan jumlah armada perhari sampai jumlah korban jiwa semua terdata bahkan jumlah armada yang rusak pecah ban di jalan pun ada data serta dokumentasinya.
“ATJ akan tetap selalui berkoordinasi dengan pemerintah, ATJ pun siap apabila diundang untuk rapat bersama guna membahas dilema kita semua terkait dengan Angkutan Batu Bara, ATJ pun memiliki data lengkap di Lapangan, apa saja yang ATJ telah lakukan” ungkap Karyadi selaku Ketua ATJ pada Rabu,(11/10) di ruang rapat Seda Provinsi Jambi.
Rapat terbatas di pimpin langsung oleh sekda Provinsi Jambi, adapun berbagai masalah yang di hadapi baik teknis mau pun non teknis semua dapat di lalui ATJ dan Konsorsium.
Karyadi, Ketua ATJ mengucapkan berterima kasih atas undangan rapat dari Pemerintah Provinsi Jambi ini. Saya bangga dan terharu kepada Pemprov Jambi karena ini akan jadi momentum baik meski di guncang isu pungli dan lain-lainnya.
Selain itu juga Ketua ATJ mengungkapkan bahwa sistem yang dibuat ATJ, belum pernah diterapkan di daerah lain, hal ini bisa dijadikan rol mode, bahkan ada dua daerah lain yang sudah menghubungi saya meminta dan akan membeli sistem ini, jadi kita harus penuh inovatif tidak bisa dengan aturan atau dengan cara biasa karna ini kerja memang luar biasa.
Saat di tanya awak media apa langkah selanjutnya dari keputusan rapat.
Karyadi menjawab ya tunggu saja biar gak di gembosin lagi, yang jelas dengan dasar hukum yang ada, saya tetap berjuang, bagi saya ini adalah jihad dan tetap berpegang pada pendapat pakar hukum, konsultan hukum yang sudah kami mintai saran pendapatnya dan jelas ada landasan hukumya (legal standing) serta ada kesepakatan bersama.
“Sekarang pertanyaan saya simple saja yang protes-protes di medsos itu, apa yang telah mereka buat untuk Jambi perihal kemacetan ini, jangan asal protes tetapi action di lapangan apa pun itu bentuknya untuk Jambi ini tidak macet, itu baru protes dengan solusi”tegasnya.
“Saya menyadari bahwa ini bagian dari dinamika yang akhirnya saya tau mana kawan dan mana yang pura pura kawan, dan yang terpenting masyakat juga bisa menilai mana kelompok yang kerja nyata dan mana pula yang cuman beretorika, intinya kami makin kuat makin solid dan sekarang makin kuat karna kami juga di dukung oleh para kades dan tokoh lembaga adat di semua desa yang di lalui holing batu bara dan sebentar lagi akan ada rapat kerja kedua,”ucapnya.
Sedangkan Sekda Provinsi Jambi Sudirman dalam sambutannya berkali kali mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas terobosan serta gagasan yang sangat luar biasa.
“Bisa ya ATJ dan Konsorsium kerja tanpa bantuan pembiayaan APBD, bisa membatu kendalikan permasalahan holing batu bara yang belum terselesaikan bertahun tahun hingga hari ini,”sebutnya Sekda
Pemerintah sudah pernah anggarkan melalui APBD tapi dengan keterbatasan anggaran dan personil kami hanya mampu bekerja tiga bulan, dikarenakan anggaran tidak ada lagi dan persoalanpun belum terurai.
Hari ini kami undang ATJ, pertama Pemrov ingin menjalankan rekomendasi KPK terkait penanganan konflik angkutan batu bara dan kedua terkait adanya pembahasan ATJ di sidang banggar kemarin, pesan bapak Gubernur pemerintah wajib memperkuat payung hukum atau regulasi agar ATJ tetap berjalan membatu kerja pemerintah dan membantu masyarakat untuk pengguna jalan lainnya, dan saya dapat laporan di lapangan sudah bagus dengan adanya ATJ ini.
Dalam laporanya Karyadi merilis semua giat yang sudah dilakukan ATJ dan Konsorsium sangat mengejutkan dalam sebulan ini sudah ada 3 korban jiwa semua di akibatkan sopir yang tidak berkompetensi dan pelanggaran dari jam operasional, sampai kelebihan tonase serta penyebab mobil tidak terkendali oleh sopir dan ini masih PR besar kita bersama,”tutupnya Sekda.













Discussion about this post