JAMBI, Reportase8.com – Banyak pengamat politik serta akadimisi menilai setelah debat pada Minggu, 3 November 2024 malam. Mereka menilai bisa terlihat jelas mana pekerja dan mana yang hanya pandai bicara saja.
Salah satu Pengamat politik Jambi Nasroel Yasier menyinggung banyak orang pintar di Kota Jambi. Namun, dia mengatakan mereka belum tentu bisa bekerja untuk masyarakatnya. Hal itu disampaikan usai ditemui awak media pada Senin, 4 November 2024.
Sosok yang selalu memberikan perhatian terhadap kontestasi politik Jambi ini mengatakan, Kota Jambi tidak bisa hanya bergantung kepada satu atau dua orang. Menurut dia, pemimpin memberi arah, strategi, dan keputusan. Namun, tanpa pelaksana di lapangan, strategi itu tidak akan berjalan, makanya sangat penting untuk menciptakan kota maju itu adalah pemimpin yang memiliki basic lapangan, karena dia tahu kondisi masyarakatnya.
Tak cukup hanya pintar, Nasroel Yasier mengatakan faktor utama untuk melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Jambi ini adalah kemauan untuk bekerja untuk rakyat, turun kebawah, mau menerima keluhan warga, bukan hanya pandai bicara, mengumbar retorika serta membangun narasi hanya untuk membodohi masyarakat. Nasroel menegaskan, pintar saja tidak cukup untuk membangun Kota Jambi yang lebih baik, tetapi pemimpin dasarnya kerja lapangan yang dibutuhkan kota Jambi, termasuk Indonesia.
Masyarakat saat ini sudah sangat cerdas dalam memilih pemimpin, seperti Ridwan Kamil basik kerja lapangan, mantan Presiden RI, Jokowi orang lapangan, termasuk presiden terpilih saat ini Presiden Prabowo, Presiden berlatar belakang lapangan, jadi beliau berbicara, mengeksekusi suatu kebijakan untuk masyarakat terukur, karena dia tahu kondisi lapangan.
“Ada yang pintar ngomong, ada yang pintar bersandiwara, macam-macam pintarnya itu, belum tentu bisa bekerja untuk rakyat Kota Jambi,” ucapnya.
Sementara saat ditemui pada Senin 4 November 2024 pagi, tanggapan masyarakat Kota Jambi terkait debat Calon Walikota Jambi tadi malam antara H. Abdul Rahman dan dr. Maulana, MKM.
Masyarakat mengistilahkan politikus yang gemar mengumbar janji itu sebagai omdo atau omong doang, masyarakat sudah banyak tahu yang mana omdo sama yang benar-benar bekerja untuk masyarakat.
“Debat tadi malam kami nonton la, dan kami tahu la yang mana ngomongnyo manis-manis dengan ngomong apo adonyo, banyak obral janji, asal ngomong omdo, omong-omong doang,” ucap salah satu warga kota Jambi yang enggan disebutkan namanya.
Lanjutnya “Lucunya ada kandidat Calon Walikota yang dari dulu sampai sekarang tidak berubah sikapnya sangat pintar bicara, muter sini, muter sana, tetapi yakin la, kami masyarakat ini dak bodoh dan dak gampang percaya, kami selaku masyarakat tidak bisa dibohongi terus-menerus,” ujarnya.
Untuk diketahui, dalam kontestasi Pilwako Jambi 2024 ini, kandidat yang akan berkompetisi memiliki latar belakang yang berbeda. H. Abdul Rahman atau yang akrab disapa HAR berlatar belakang pekerja lapangan wirausaha sama seperti Walikota Jambi sebelumnya H. Syarif Fasha, ME dan dr. Maulana, MKM yang berlatar belakang sebagai dokter.













Discussion about this post