JAMBI, Reportase8.com – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi sukses menggelar beragam kegiatan memeriahkan ‘Hari Indonesia Menabung’ (HIM) yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus sesuai Keppres nomor 26 tahun 2019.
Beragam kegiatan dilakukan kantor OJK Jambi sejak bulan Juli 2024 bersinergi dengan sektor jasa keuangan yakni perbankan. Acara puncak dipusatkan di GOR Kota Baru, kota Jambi yang ditutup oleh Sekda Provinsi Jambi Sudirman, Kamis (22/8/2024) pagi.
Luar biasanya, jumlah rekening tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) yang dibuka selama periode HIM 2024 di provinsi Jambi sebanyak 14.099 dengan nominal tabungan sebesar Rp 557.309.500.
“Selain itu, selama rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung kami juga didukung oleh industri perbankan untuk mempublikasikan video terkait pentingnya budaya menabung sejak dini, dengan jumlah publikasi sebanyak 378 publikasi. Baik melalui media sosial atau melalui kanal media masing-masing bank,” ujar Kepala OJK Jambi Yudha Nugraha Kurata.
Selama periode HIM 2024 jumlah sekolah yang telah dilaksanakan kegiatan bank ghost School sebanyak 152. Sementara, peserta edukasi dari SD sampai SMA sederajat yang disasar sebanyak 13.251 pelajar.
Ditambahkan Yudha, OJK terus mendorong budaya menabung khususnya pada generasi muda yang penting untuk meningkatkan inklusi keuangan dan perencanaan masa depan. Sekaligus bisa memperkuat pendanaan pembangunan.
“Untuk mendorong budaya menabung tersebut, dikeluarkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang bersinergi dengan seluruh sektor jasa keuangan khususnya yang berada di Provinsi Jambi. Salah satunya dengan melaksanakan program bank goes to school,” jelas Yudha.
Diketahui, kolaborasi kegiatan edukasi keuangan OJK Jambi bersama pihak perbankan di provinsi Jambi pada HIM 2024 merupakan salah satu program kantor OJK provinsi Jambi dalam rangka meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan, khususnya di provinsi Jambi.
Sebagaimana yang telah ditargetkan Presiden RI melalui Perpres nomor 14 tahun 2020 tentang strategi nasional keuangan inklusif, di mana nilai indeks inklusi keuangan mencapai sebesar 90% pada tahun 2024.













Discussion about this post