JAMBI, Reportase8.com – Salah satu pengamat Jambi Alumni Universitas Gadja Mada, Agga, SH, MH, menilai irama perpolitikan untuk koalisi di Pilkada 2024 akan sangat berbeda, bisa diperkirakan koalisi di Pilkada yang pasti tidak akan sejalan dengan Koalisi Pilpres 2024. Menurut Angga, untuk ritme politik di kancah daerah akan lebih cair tergantung dengan kepentingan masing-masing kandidat.
“Untuk pilkada daerah, kita semua tidak bisa memberikan jaminan di pilpres kemudian (sama) dengan pilkada, termasuk untuk Kota Jambi maupun Provinsi Jambi,” ungkap Angga, Kamis,(13/6/2024)
Angga menambahkan akan ada dinamika politik dalam pencalonan di pilkada akan tampak berbeda, tidak sama atau sejalan dengan koalisi Pilpres 2024. Artinya, koalisi yang terbentuk dalam pencapresan tidak akan sama atau bahkan tidak relevan dengan kondisi setiap daerah karena kekuatan legislatif dari hasil Pileg 2024 lalu tidak sebangun dengan hasil yang ada di pusat.
Namun, ungkap Angga, dinamika politik bisa saja berubah. Apalagi, sampai saat ini semua parpol masih saling melihat dan menunggu menghadapi Pilkada Kota Jambi maupun Provinsi Jambi.
“Pengaruh tokoh agama, adat, atau pebisnis yang kuat akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi para elite politik nasional dan lokal dalam memutuskan siapa yang dapat didukung dalam koalisi tersebut” pungkasnya.













Discussion about this post