JAMBI, Reportase8.com – Masyarakat Kota Jambi menanggapi sejumlah hasil survei yang bersebaran belakangan ini, kebanyakan masyarakat keraguannya terhadap sejumlah hasil survei tersebut.
Masyarakat kota Jambi menyatakan ada perbedaan dari hasil survei dengan apa yang mereka rasakan, mereka hanya mengetahui HAR yang selalu turun ke masyarakat dalam rangka bersilahturahmi.
“Kami masyarakat bawah ini, bukan bodoh nian la, masak namo Maulana paling atas, kami ketawo be la, kami la tau janji janjinyo yang dak terpenuhi waktu nyalon samo pak fasha, yang kami tau cumo Pak HAR tu la yang selalu ngunjungi kami, sayo masyarakat ini kan orang susah, tapi kami dak bodoh, kami punyo hati jugo” kata Murni salah satu masyarakat jambi yang sehari hari berjualan sayur di pasar saat ditemui pada Jumat, (31/05).
Hal senada pun diungkapkan oleh paryadi warga Kota Jambi yang berdomisili di sekitaran alam Berajo, Ia mengungkapkan kekecewaannya 5 tahun lalu, sama seperti ibu Murni.
“Kalau sayo siapo be nak jadi walikota ya…sayo kayak gini la, hanya kami masyarakat ni jangan dak digiring giring, seolah agar kami masyarakat bawah ini percayo, kami taunyo yang pernah duduk dekat dengan kami masyarakat, silahturahmi, setahu saya cuma HAR, yang laen dak tau la?”ungkap Paryadi.
Tidak satu dua masyarakat, adapun masyarakat Jambi Timur, mengungkapkan hal yang sama, lagi lagi kekecewaannya.
“Lucu sayo nengok survey kemaren tu, masak Maulana tinggi nian angkonyo, ngapo dak alngsung deklarasi menang be, kami masyarakat ii ketawo be, pak HAR yang kami ketemu beberapo kali dikasi nomor 3 ngapo dak paling buncit be” tutur Zainal.
Sebelumnya beredar survey yang dianggap dari internal Partai Golkar, dengan angka angka yang dianggap oleh sebagian masyarakat tidak realistis. Hal tersebut membuat masyarakat menduga duga survey dimaksud pesananan dan menggiring opini.
Menanggapi dinamika politik di masyarakat, Reportase8.com mencoba menghubungi salah satu tokoh masyarakat jambi yang tidak asing lagi, Nasroel Yasier via telepon.
Nasroel Yasier mengatakan masyarakat bawah itu juga memiliki hati dan nalar yang jernih, masyarakat bisa melihat dan merasakan, yang mana benar-benar membantu, turun ke masyarakat, yang mana hanya sekedar janji-janji,sebenarnya masyarakat lebih pintar dan lebih jernih menyikapi politik, bukan bisa dibohongi atau digiring.
“Masyarakat bisa menilai, setahu saya HAR ini kan turun kebawah sejak jauh sebelum dia mau maju ke pilwako, kemudian HAR tetap konsisten, malah lebih intens, jadi masyarakat bisa menilai dan merasakan secara emosional, tiba tiba di survey yang diduga tidak tahu kredibilitas dan akuntabilitasnya, HAR nomor 3, wajar masyarakat berpendapat negative terhadap hasilnya” jelas Nasroel.













Discussion about this post