REPORTASE8.COM,JAMBI – Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, termasuk Pemilihan kepala daerah di Kota Jambi akan dimulai tahun depan. Riak-riak dukungan partai terhadap figur tertentu mulai muncul, tidak kalah pula dukungan kelompok masyarakat terhadap kandidat yang akan berkontestasi di pilkada 2024 juga sudah mulai ada.
Baca Juga : Walikota Jambi Syarif Fasha Jadi Pembicara World Cities Summit 2022 Singapura
Menanggapi fenomena tersebut, saat dihubungi via Whatshapp, Kamis,(9/3/2023) Nasroel Yasier selaku pengamat menyampaikan pandangannya bahwa dukung mendukung itu sah-sah saja, selama tidak melanggar aturan undang-undang, pesta demokrasi ini notabene adalah milik rakyat, dan sah saja pendukung untuk calon pilwako Jambi sudah mulai muncul, sebagai tanda bahwa masyarakat tidak lagi apatis terhadap politik, dan pandangan masyarakat terhadap politik pun sudah mulai maju, hanya saja jangan sampai dirusak oleh tindakan dan perbuatan yang justru meracuni demokrasi itu sendiri.
Baca Juga : OJK Lantik 22 Pejabat Guna Perkuat Pelaksanaan Tugas
Apabila ada calon kandidat memasang spanduk di tempat umum, kandidat lainnya pun harus menghargai, sebagai bentuk demokrasi, jangan ada pelarangan kepada masyarakat yang ingin memasang spanduk salah satu calon yang menurut masyarakat layak didukung, yang berhak melarang adalah lembaga yang telah ditunjuk oleh Negara, bukan sesama kandidat.
Baca Juga : Harta Pejabat KPK Fantastis Jadi Sorotan Publik
Diketahui bersama saat ini Kota Jambi telah dipenuhi dengan banyaknya spanduk dan baleho calon, baik calon legislatif maupun calon walikota 2024, selama tidak mengganggu kepentingan public, kenapa tidak?salah satu bentuk demokrasi.
Nasroel mengajak semua elemen yang terlibat dalam Pilkada, mewujudkan pesta pemilihan yang bermartabat. Pemilihan yang bebas dari ujaran kebencian, fitnah, hoax dan tuding menuding tanpa dasar. Apalagi pemungutan suara masih tahun depan 2024.
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Beli Pesawat Pribadi Buatan Amerika
Pilkada 2024 harus berjalan demokratis. Berikan hak memilih kepada masyarakat pemilih sesuai dengan pilihan dan aspirasi pilihannya. Jangan ada intimidasi. Biarkan masyarakat memilih sesuai hati nuraninya, siapa calon pemimpin yang dianggap amanah, bisa menggerakkan masyarakat dan pembangunan selama lima tahun ke depan. Prinsipnya mari hargai perbedaaan pilihan politik masing-masing,” tambah Nasroel.
Baca Juga : SWI Kembali Temukan 8 Entitas Investasi dan 85 Pinjol Tak Berizin
“Mari kita beri kesempatan pada pemilih menjadi juri bagi dirinya sendiri, siapa pemimpin yang mereka anggap amanah. Jangan ada provokasi. Seperti harapan Bapak Presiden, pesta demokrasi itu harus menjadi pesta politik yang riang gembira. Bukan kemudian menghadirkan ketakutan dan keresahan,” tutupnya.(*)













Discussion about this post