REPORTASE8.COM | Beredar video oknum polisi melakukan tindakan kekerasan kepada seorang pria diketahui sopir truk di pinggir jalan. Unggahan video memperlihatkan oknum polisi melakukan aksi tak terpuji dengan menendang seorang warga yang diduga sopir truk, Video itu salah satunya diunggah akun Instagram ini, Selasa (22/11/2022). Unggahan video itu telah disukai lebih dari 1.200 kali dan dikomentari 198 kali pengguna Instagram.
Kapolda Jambi Irjen Pol Rusdi Hartono angkat bicara terkait insiden anggota Polres Batanghari yang viral menendang sopir truk batu bara. Dia menegaskan tidak akan melakukan pembiaran dan memastikan akan ada tindakan kepada anggotanya yang bersalah.
“Prinsipnya, tidak ada pembiaran terhadap sekecil apa pun kesalahan anggota. Pasti akan ada tindakan koreksi untuk perbaikan. Sekarang masalah anggota tersebut sedang ditangani Bid Propam Polda Jambi,” kata Rusdi melalui pesan singkat Whatsapp, Rabu (23/11).
Sebelumnya, kedua polisi dan sopir truk yang ada pada video viral itu langsung dimintai keterangan. Setelah melalui proses mediasi, mereka bersepakat untuk berdamai.
“Personel Polres Batanghari Bripka TA dan Bripda IR. Oknum polisi dan sopir truk batu bara yang dalam video tersebut sudah dimintai keterangan. Sudah sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan, serta saling memaafkan di Polsek Tembesi,” ujar Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto, Rabu (23/11).
Kronologi
Kejadian berawal sekira pukul 17.30 WIB, personel Polres Batang Hari yang ditugaskan menjaga lokasi mulut tambang di Desa Simpang Koto Boyo, Kecamatan Batin XXIV sedang melaksanakan patroli dengan menggunakan motor. Kemudian, sesampai di Jalan Desa Tanjung Marwo, Muara Tembesi ditemukan mobil batu bara yang mencoba jalan keluar dan berada di bahu jalan, ada dua personel Polres Batang Hari yang berpatroli, yakni Bripka TA dan Bripda IR. Saat itu, keduanya sedang melaksanakan tugas lalu berhenti dan mengamankan kunci mobil sopir batu bara.
Namun, di situ terjadi perdebatan antara personel polisi dengan sopir truk hingga membuat rekan-rekannya tidak terima dan terjadi cekcok mulut.
Lebih lanjut keterangan dari Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto “Walau kedua pihak sepakat berdamai, namun investigasi terhadap kejadian viral itu tetap dilakukan. “Saat ini tim dari Seksi Propam Polres Batanghari masih melakukan proses investigasi terhadap kedua oknum polisi tersebut,” jelas Mulia.(red/*)














Discussion about this post