Reportase8.com – Indonesia memiliki beragam minuman tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya, salah satunya adalah bajigur. Minuman khas masyarakat Sunda ini dikenal dengan cita rasa manis, gurih, dan hangat, sehingga menjadi pilihan favorit saat cuaca dingin atau musim hujan.
Bajigur umumnya dibuat dari campuran santan, gula aren, jahe, daun pandan, serta sedikit garam. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan aroma yang khas dan rasa yang lembut. Dalam beberapa variasi, bajigur juga ditambahkan bubuk kopi atau vanili untuk memperkaya cita rasanya.
Secara historis, bajigur telah lama menjadi minuman tradisional masyarakat Sunda, terutama bagi para petani yang membutuhkan minuman hangat sebelum memulai aktivitas di pagi hari. Hingga kini, bajigur masih mudah ditemukan di berbagai daerah di Jawa Barat, baik dijual oleh pedagang keliling maupun disajikan di kafe yang mengangkat konsep kuliner tradisional.
Selain memberikan sensasi hangat pada tubuh, bahan-bahan alami dalam bajigur, seperti jahe, diketahui mengandung senyawa yang dapat memberikan efek menghangatkan dan antioksidan. Meski demikian, konsumsi bajigur tetap perlu dilakukan secara bijak karena mengandung gula aren dan santan yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Di tengah maraknya minuman modern, bajigur tetap memiliki tempat di hati masyarakat sebagai salah satu kekayaan kuliner Nusantara. Pelestarian minuman tradisional seperti bajigur menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Indonesia sekaligus memperkenalkan cita rasa lokal kepada generasi muda.













Discussion about this post