Reportase8.com, Sport – Tim nasional Tanjung Verde (Cape Verde) mendapat sambutan meriah bak pahlawan saat tiba di ibu kota Praia, Minggu (6/7/2026). Ribuan warga turun ke jalan untuk menyambut pelatih Bubista dan para pemain dengan suasana karnaval yang diwarnai kibaran bendera nasional, nyanyian, serta tabuhan drum.

Momen kepulangan tersebut terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Tanjung Verde yang ke-51 tahun. Skuad berjuluk Hiu Biru (Tubaroes Azuis) menjadi simbol kebanggaan nasional setelah mencatatkan sejarah pada debut mereka di Piala Dunia 2026.

Berasal dari negara kepulauan kecil dengan populasi sekitar 525 ribu jiwa, Tanjung Verde mampu melangkah hingga babak 32 besar. Perjalanan mereka mencuri perhatian dunia setelah tampil berani menghadapi sejumlah tim besar.

Di fase grup, Tanjung Verde berhasil menahan imbang dua mantan juara dunia, yakni Spanyol dengan skor 0-0 dan Uruguay 2-2. Mereka kemudian memastikan tiket ke babak 32 besar setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi.

Pada fase gugur, perjuangan Tanjung Verde kembali mendapat pujian. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada juara bertahan Argentina. Tim Tango harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya menang tipis 3-2 melalui gol bunuh diri Diney Borges.
Meski gagal melaju lebih jauh, perjuangan Hiu Biru mendapat apresiasi besar dari masyarakat. Setibanya di Praia, para pemain diarak menggunakan bus atap terbuka mengelilingi ibu kota dalam suasana penuh kebahagiaan.
Dikutip dari BBC, ribuan pendukung memadati area kedatangan untuk menyambut para pemain. Mereka merayakan pencapaian tim nasional dengan musik, tarian, dan kibaran bendera Tanjung Verde.
Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mengaku bangga dengan dukungan yang diberikan masyarakat meski timnya belum mampu melangkah lebih jauh.
“Kami menginginkan sesuatu yang lebih besar, tetapi kami gagal lolos ke tahap selanjutnya. Sekarang kami hanya menikmati momen ini dan merayakannya bersama rakyat kami,” ujar Vozinha.
Pencapaian Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 menjadi kebanggaan besar bagi negara tersebut. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, mereka berhasil menunjukkan bahwa semangat dan kerja keras mampu bersaing di panggung sepak bola dunia.
Kepulangan skuad Hiu Biru juga menjadi bagian dari perayaan nasional, setelah Tanjung Verde memperingati 51 tahun kemerdekaannya dari Portugal.












Discussion about this post