Selasa, 23 Juni 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Sego Boranan, Kuliner Khas Lamongan yang Tak Ditemukan di Daerah Lain

23 Jun 2026 | 14:17
Sego Boranan, Kuliner Khas Lamongan yang Tak Ditemukan di Daerah Lain
3.2k
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

Baca Juga:Berita Lainnya

Gubernur Sumsel Herman Deru Resmikan Infrastruktur Guna Tingkatkan Konektivitas

DLH Kota Jambi Jelaskan Perbedaan Iuran OPBM dan Retribusi Sampah Pemerintah

Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

JATIM, REPORTASE8.COM – Lamongan dikenal memiliki beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Salah satu makanan tradisional yang hanya dapat ditemui di Lamongan adalah sego atau nasi boranan. Berbeda dengan Soto Lamongan yang kini mudah ditemukan di berbagai daerah, sego boranan tetap menjadi kuliner khas yang identik dengan Kota Soto.

Nama sego boranan berasal dari wadah nasi yang digunakan para penjualnya, yakni boran, tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. Pada masa lalu, boran tersebut dibawa dengan cara digendong menggunakan selendang di punggung saat berjualan.

“Sego boranan memang hanya dijual di Lamongan saja, tidak seperti Soto Lamongan yang dapat ditemukan di berbagai daerah. Nama nasi boranan berasal dari wadah nasinya yang disebut boran, yaitu tempat nasi berbahan anyaman bambu,” ujar Anik, warga Lamongan, Selasa (23/6/2026).

Seporsi nasi boranan terdiri atas nasi, bumbu khas boranan, lauk-pauk, serta rempeyek. Bumbu boranan dibuat dari berbagai rempah yang telah dihaluskan sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Keunikan nasi boranan terletak pada pelengkapnya yang jarang ditemukan pada kuliner lain, seperti gimbal empuk, pletuk, dan ikan sili.

“Gimbal empuk terbuat dari tepung terigu yang telah dibumbui. Pletuk dibuat dari nasi yang dikeringkan atau kacang yang kemudian dibumbui dan digoreng. Sementara ikan sili merupakan ikan air tawar yang tidak selalu tersedia karena termasuk ikan musiman,” jelasnya.

Ikan sili menjadi salah satu lauk favorit dalam nasi boranan. Namun karena ketersediaannya terbatas dan sulit diperoleh, harga lauk ikan sili relatif lebih mahal dibandingkan lauk lainnya.

“Lauk ikan sili harganya lebih mahal dibandingkan ayam. Bentuk ikannya memanjang seperti belut, sulit dibedakan bagian kepala dan ekornya, serta durinya hanya berada di bagian tengah,” ungkap Anik.

Selain ikan sili, penjual nasi boranan juga menyediakan berbagai pilihan lauk lain, seperti ayam, jeroan, ikan bandeng, telur dadar, telur asin, tahu, dan tempe.

Nasi boranan dapat dengan mudah ditemukan di sejumlah lokasi di Lamongan. Kuliner ini umumnya dijajakan secara lesehan di trotoar, baik pada siang maupun malam hari. Beberapa titik yang menjadi pusat penjualan nasi boranan berada di sekitar Plaza Lamongan, kawasan Pasar Kota Lamongan, area Kantor Pemkab Lamongan, hingga sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

“Harga seporsi nasi boranan berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, tergantung lauk yang dipilih,” tambahnya.

Sebagai warisan kuliner daerah yang memiliki keunikan tersendiri, nasi boranan telah memperoleh pengakuan resmi melalui pencatatan hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Kuliner ini pun semakin mengukuhkan identitas Lamongan sebagai salah satu daerah dengan kekayaan kuliner khas yang patut dilestarikan.

Previous Post

Gubernur Sumsel Herman Deru Resmikan Infrastruktur Guna Tingkatkan Konektivitas

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh……Bintang Porno Terkenal di Amerika ini Ternyata Asli Tegal, Jawa Tengah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Momentum Kebersamaan Dialog Publik Walikota Jambi Bersama LSM, Pers serta Akademisi Terkait Pengelolaan Sampah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angga Aldilla Gussman SH MH: KUHP Baru Tegaskan Ultimum Remedium dan Tiga Pilar Keadilan Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!