JAMBI, REPORTASE8.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi menjelaskan perbedaan antara iuran Program Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) dan retribusi sampah pemerintah yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, mengatakan retribusi sampah sebesar Rp5.000 yang dibayarkan masyarakat melalui rekening Perumda Air Minum Tirta Mayang merupakan biaya pelayanan resmi Pemerintah Kota Jambi dalam pengelolaan sampah.
Menurutnya, retribusi tersebut digunakan untuk mendukung pelayanan pengangkutan sampah dari depo transfer menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta proses pengolahan sampah di TPA.
“Retribusi yang dibayarkan melalui rekening PDAM itu merupakan pelayanan yang diberikan pemerintah kota dalam hal pengangkutan sampah dari depo ke TPA dan pengolahan di TPA,” kata Mahruzar di Jambi, Selasa (16/6/2026)
Sementara itu, iuran yang dikelola di tingkat Rukun Tetangga (RT) melalui Program OPBM digunakan untuk membiayai operasional gerobak motor atau bentor yang menjemput sampah langsung dari rumah warga menuju depo transfer.
Mahruzar menegaskan dana yang berasal dari iuran tersebut tidak masuk ke kas pemerintah daerah, melainkan digunakan untuk mendukung operasional armada pengangkut sampah dan petugas yang melayani masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Iuran itu bukan masuk ke pemerintah, tetapi kembali ke masyarakat untuk biaya operasional gerobak motor beserta operatornya,” ujarnya.
Ia menjelaskan besaran iuran OPBM tidak ditetapkan secara seragam. Nilainya ditentukan melalui musyawarah warga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.
Menurut Mahruzar, keberhasilan Program OPBM sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat serta peran aktif ketua RT dalam memberikan pemahaman mengenai mekanisme iuran dan sistem pengangkutan sampah.
Sebelumnya, Wali Kota Jambi Maulana menyatakan Program OPBM berpeluang digratiskan apabila masyarakat secara konsisten memilah sampah dari rumah. Langkah tersebut dinilai dapat menghasilkan nilai ekonomi yang mampu mendukung operasional program secara mandiri.













Discussion about this post