Opini, Reportase8.com – Hingga saat ini persoalan batu bara semakin hari semakin bertambah salah satunya terkait angkutan yang selalu menimbulkan kemacetan, hingga dilakukan pemberhentian sementara dan mengakibatkan terjadi demo oleh sopir batu bara yang berujung anarkis pada Senin, 22 Januari 2024 di depan Kantor Gubernur Jambi.
Selain itu public Jambi juga belum bisa melupakan penolahan dari warga Kelurahan Aur Kenali perihal pembangunan Stockpile Batu Bara pada beberapa waktu lalu.
Persoalan batubara ini kerap memicu terjadi demonstrasi oleh masyarakat dan berujung ricuh yang terus menerus.
Pada dasarnya rangkaian persoalan batu bara ini akan terselesaikan, apabila setiap pihak bisa memahami dan terbuka. Baik pada sisi Pemerintah, yang memiliki kebijakan daerah, sejatinya disaat ada pengusaha atau perusahaan yang ingin membangun stockpile batu bara, hendaknya tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari masyarakat diikutsertakan dalam pembahasan pada tingkat perencanaan, apakah setuju atau tidak setuju? Jangan sepihak. Kenapa demikian ?karena kedepannya akan muncul penolakan dari masyarakat sekitar seperti contoh Penolakan warga Kelurahan Aur Kenali, Kota Jambi demo menolak, sehingga masyarakat harus dilibatkan.
Perusahaan juga sama, perusahaan jangan coba bermain mata dengan oknum Pemerintah, agar kaitan dengan administrasinya dapat berjalan lancar, dan masyarakat diabaikan. Perusahaan harus sadar bahwa usahannya berdiri di wilayah yang disekitarnya ada warga. Jangan masyarakat dianggap “mudah”.
Demonstrasi pada Senin 22 Januari 2024, jangan menjadi mengalihan pandangan public terhadap persoalan Batu Bara. Permasalahan Stockpile Batu Bara masih belum selesai, apabila ini tidak diselesaikan bisa dipastikan warga pun akan demo kembali.













Discussion about this post