JAMBI, Reportase8.com – Masa Adven menandai masa persiapan menjelang Natal. Secara harfiah, kata adven berasal dari bahasa Latin yakni adventus yakni ‘datang’ atau yang berarti kedatangan Kristus.
Merujuk laman Christianity, masa Adven berlangsung selama empat pekan berturut-turut menjelang Natal.
Adven untuk tahun ini 2024 dimulai pada hari Minggu yang jatuh antara 1 Desember dan berakhir jelang masa perayaan Natal.
Dihimpun dari berbagai sumber, tidak ada yang tahu pasti sejak kapan masa Adven menjadi periode persiapan Natal ini dimulai.
Namun beberapa catatan disebutkan bahwa sejak masa Gereja awal, umat beriman telah menantikan kedatangan Kristus kembali, hingga akhirnya peringatan masa Adven terlihat pada abad ke-6.
Pada abad ke-6 ini, orang Kristen Roma telah menganggap Adven sebagai masa kedatangan Kristus sebagai hakim dunia. Barulah pada Abad Pertengahan, masa Adven dikaitkan dengan kedatangan Kristus yang pertama di hari Natal.
Adapun tradisi perayaan Adven pun berbeda-beda di setiap negara, namun tetap berasal dari akar makna Adven yang sama, yakni ditujukan untuk memperingati kedatangan Mesias di dalam Yesus Kristus.
Sebagai umat-Nya, masa Adven dimanfaatkan untuk mempersiapkan jiwa dan merefleksi diri untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.
Lantaran masa Adven bertujuan untuk memperingati kedatangan Tuhan Yesus, maka bacaan-bacaan Alkitab pada masa Adven pun memuat kitab-kitab Perjanjian Lama yang menggambarkan kedatangan Mesias dan pada Perjanjian Baru dan pembacaan tentang kisah Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus, mengutip Katolisitas.
Lingkaran Adven

Ditahun 2024 kali ini, Natal disambut dengan sukacita, salah satu Wilayah yang menjadi panitia Natal dan Tahun Baru di Gereja Santa Teresia Jambi yaitu Wilayah Vincentius A Paulo. 
Salah satu persiapan menyambut masa Adven Panitia mempersiapkannya dengan cara membuat lingkaran Advent berupa karangan atau hiasan bunga untuk menandai masa persiapan Adven.
Lingkaran Adven ini menjadi simbol kehidupan yang berkelanjutan, tanpa awal dan akhir.
Simbol ini juga merujuk pada aspek spiritual mengenai kebaruan dan janji kehidupan kekal dan keselamatan yang ditawarkan melalui pengorbanan Yesus Kristus (Yohanes 3:16).
Selain itu, lingkaran Adven dibuat dari dedaunan hijau segar berupa cemara yang melambangkan kehidupan–Kristus yang mati namun hidup kembali untuk selamanya.
Tradisi yang umum bersamaan dengan lingkaran Adven adalah dengan membacakan doa-doa dan menyalakan empat buah lilin yang mewakili empat minggu Adven.
Adapun tiga batang lilin berwarna ungu yang disematkan masing-masing melambangkan pertobatan, persiapan, dan kurban.
Sementara satu batang lilin berwarna merah muda atau pink menandai saat bersuka cita (Gaudete) karena persiapan yang sudah mendekati akhir.
Meski demikian, terlepas dari tradisi perayaan Adven tidak ada aturan khusus tentang cara umat harus merayakan Adven.
Bagaimana pun masa Adven adalah untuk memperingati kedatangan Yesus dan mempersiapkan kedatangannya yang kedua, dan merayakan sukacita Natal bersama.
Arti Minggu Adven 1-4
Masa Adven yang dirayakan selama empat minggu berturut-turut sebelum Natal ini masing-masing memiliki arti khusus yang berbeda. Berikut makna 4 Minggu Adven.
- Minggu Adven Pertama: Merupakan masa penantian kedatangan Kristus yang kedua, yakni kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Ditandai dengan menyalakan lilin ungu yang pertama.
- Minggu Adven Kedua: Pada minggu ini lilin ungu kedua dinyalakan untuk mengingatkan umatnya setia mempersiapkan jalan kedatangan Tuhan.
- Minggu Adven Ketiga: Minggu ini juga dikenal sebagai minggu Gaudete, yang menggambarkan suka cita menyambut kelahiran Yesus Kristus. Pada minggu ini lilin ketiga yang berwarna merah muda dinyalakan.
- Minggu Adven Keempat: Mencerminkan peristiwa yang melibatkan Maria melahirkan Yesus. Pada minggu ini, lilin ungu terakhir dinyalakan bersamaan dengan 3 batang lilin sebelumnya.
Masa Adven hendaknya dilaksanakan dengan penuh pengharapan dan kegembiraan menyambut penantian tersebut.













Discussion about this post