JAMBI, Reportase8.com – Pemilihan umum (pemilu) merupakan pesta demokrasi yang menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara. Pemilu merupakan sarana untuk memilih wakil rakyat yang akan memimpin bangsa dan negara. Oleh karena itu, pemilu harus berjalan dengan damai, jujur, dan adil.
Pemilu yang damai merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan masyarakat sipil harus bekerja sama untuk mewujudkan pemilu yang damai.
Terbaru publik Kota Jambi dihebohkan dengan adanya dugaan intimidasi terhadap pengurus salah satu tempat ibadah di Kota Jambi, dan diduga dari pasangan Calon Walikota Jambi, Maulana Diza.
Menyikapi perihal kasus tersebut yang kini sudah masuk dirana Kepolisian, Sekjen Bintang Timur Indonesia Jambi, yang juga pernah menjadi aktivis Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Surabaya (PMKRI) dan juga ketua Pemuda Katolik Komisariat Kota Jambi, Stefanus Hendra, SH memberikan pendapatnya Apabila benar ada kekerasan terhadap pengurus rumah ibadah, pihak kepolisian harus segera melakukan tindakan tegas, agar tidak berkembang.
Stefanus juga menambahkan Pilkada Damai wajib kita kedepankan, apabila ada pihak-pihak yang mencoba untuk mencederainya, penegak hukum segera melakukan penindakan hukum.
“Saya membaca di media, ada insiden dugaan tindakan kekerasan di tempat rumah ibadah khususnya klenteng, apabila itu benar saya sangat menyayangkan, dalam suasana Pilkada seharusnya tenang dan damai, toleransi beragama senantiasa selalu dijaga, tetapi malah tercederai oleh orang yang tidak bertanggung jawab” ungkapnya. Kamis, (13/11/2024)
Stefanus juga menegaskan dirinya mewakili Bintang Timur Indonesia Jambi mendesak Bapak Kapolda Jambi, Irjen Pol. Drs. Rusdi Hartono, M.Si segera tindak tegas orang-orang yang melakukan kekerasan dalam bentuk apapun, di rumah ibadah, kalau tidak, maka tidak menutup kemungkinan perilaku yang sama akan terjadi ditempat rumah ibadah minoritas lainnya.














Discussion about this post