JAMBI, Reportase8.com – Debat Pilwako Jambi yang digelar di Hotel Ratu Convention Center, Minggu (3/11/2024) malam. Pasangan calon Wali Kota Jambi, H. Abdul Rahman atau yang disapa HAR Nomor Urut Dua, tampil tenang dalam debat pertama yang diselenggarakan oleh KPU Kota Jambi dan disiarkan secara langsung di JekTv. Dengan gaya tenang dan pendekatan profesional, HAR, merespons pertanyaan dengan tegas namun tetap santun, membuat suasana debat terkendali dan dinamis.
Debat yang digelar pada oleh KPU Kota Jambi ini menjadi sorotan, karena merupakan salah satu ajang penting bagi para kandidat untuk menyampaikan visi dan misi mereka kepada masyarakat.
Dalam debat tersebut, HAR mengutamakan dialog yang mengedepankan solusi untuk masalah yang dihadapi Kota Jambi serta pendekatan yang profesional dan berorientasi hasil. Tanpa terbawa yang terkesan “menggebu-gebu atau, HAR mampu meredam perdebatan yang dengan ketenangan menanggapi isu-isu kritis seperti tata kelola pemerintahan, infrastruktur, dan pelayanan publik.
HAR juga memaparkan visi yang komprehensif yakni Kota Jambi Maju, Mandiri dan Prima. “Kami fokus pada keberlanjutan pembangunan , melanjutkan yang telah baik, membangun yang belum terlaksana, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM,” ungkapnya.
Salah satu momen yang paling disorot dalam debat ini adalah ketika HAR menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan pemerintahan daerah.
Meski demikian, tantangan dari kandidat lain yang menyoroti beberapa aspek teknis dan implementasi program sempat mewarnai debat. Namun, HAR tetap mampu mempertahankan sikap tenang dan menjawab kritik dengan solusi yang jelas dan terukur, menunjukkan penguasaan materi yang matang.
Debat perdana ini semakin memperkuat posisi HAR sebagai salah satu calon yang paling potensial dalam Pilkada Kota Jambi 2024. Dukungan dari pemilih muda yang menjadi salah satu fokus kampanyenya tampak semakin menguat setelah penampilan debat perdananya.
Sikap kewibawaan seorang pemimpin terlihat dari pasangan Rahman Guntur, ketenangan serta sikap diatas panggung yang santun tidak tampak sikap ambisius, atau haus kekuasaan tetapi tampak prilaku rendah hati sama seperti waktu dirinya turun bersilahturahmi dengan masyarakat.













Discussion about this post