JAMBI, Reportase8.com – PT. Waskita Karya lakukan pengerjaan pengaspalan dan perapihan di jalan Amangkurat, Raden Pamuk, Setiabudi, Orang Kayo Hitam, Brigjend Katamso, Lorong Rajabatu, Gunung Selamat, Kompol Zainal Abidin, dan Orang Kayo Pingai.

Lokasi pengerjaan pengaspalan dan perapihan tersebut, adalah salah satu wilayah pengerjaan IPAL di Kota Jambi oleh PT Waskita Karya. Kegiatan Pengaspalan dilakukan mulai pada sore hari hingga subuh.
Pengaspalan jalan tersebut dilakukan oleh PT. Waskita Karya secara bertahap hingga tuntas dan ditargetkan secepatnya.

Humas PT. Waskita Karya, Muhammad Anas, mengatakan untuk pengerjaan pengaspalan dan perapihan akan dilakukan secara bertahap di wilaya kerja PT Waskita Karya.

“Untuk proses selama pengerjaan pengaspalan jalan dan perapihan, kita lakukan secara bertahap, terutama dilakukan pengerjaan di malam hari dan melihat kondisi jalan pasar agar tidak menggangu kegiatan aktifitas masyarakat’ ungkap Anas pada Rabu,(4/4/2023)
Anas juga menambahkan “Semoga dengan adanya pengerjaan pengaspalan jalan dan perapihan ini sehingga masyarakat bisa melakukan aktifitas, terutama kendaraan roda dua hingga roda empat, selain itu juga bagi penjualan kaki bisa dengan mudah dan tidak terhirup polusi debu di area kawasan pasar itu,dan apabila sebelumnya dalam pengerjaan IPAL oleh PT. Waskita Karya sedikit mengganggu aktifitas warga, mohon maaf” ujarnya.

Perlu diketahui bersama, Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) Kota Jambi menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) yaitu teknologi pengolahan air limbah secara biologis yang termasuk dalam kelompok attached growth reactor.

Pelaksanaan pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Kota Jambi ini dibagi menjadi 3 (tiga) Paket kegiatan yaitu 2 (dua) paket kegiatan Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah dengan pelaksana PT. Waskita Karya dan PT. Adhi Karya serta 1 (satu) Paket Kegiatan Pembangunan IPAL dengan pelaksana PT. Brantas Abipraya j.o. Memiontech.
Sistem pengolahan air limbah kota Jambi ini nantinya tidak hanya dapat melayani air limbah domestik melalui jaringan perpipaan saja, tetapi juga dapat melayani air limbah domestik non perpipaan (lumpur tinja), sehingga SPALD ini nantinya juga akan berfungsi sebagai Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) dengan kapasitas hingga 100 m3/hari.













Discussion about this post