REPORTASE8.com, JAMBI – Pasca viralnya video berdurasi 1 menit 30 detik yang menampilkan aksi joget meliuk-liuk diduga oleh sekelompok LGBT pada sebuah acara di mall WTC Batanghari, menimbulkan kontroversi di masyarakat Jambi pada Kamis (7/9/2023) lalu.
Terkait perihal tersebut Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, sangat prihatin. LAM yang merupakan penjaga adat dan tradisi Melayu sangat malu atas kejadian tersebut.
Dan LAM akan menyiapkan sanski adat bagi para pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, yang dilihat dan dinilai telah mencoreng citra budaya Jambi.
Dalam keterangannya LAM mengungkapkan konteks budaya sesungguhnya adalah bukan hanya sekadar hiburan. Ini lebih menekankan tentang nilai-nilai luhur, warisan, dan hakikat identitas sebuah bangsa. LAM Kota Jambi menegaskan bahwa aksi joget tersebut bukan cerminan dari Jambi yang sejati.
LAM Kota Jambi merespon cepat dan menegaskan akan memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk panitia penyelenggara, Forum Komunikasi Ormas (Forkom) Kota Jambi, dan Kesbangpol Kota Jambi selaku pembina Forkom.
“Tujuan pemanggilan ini adalah untuk mendapatkan klarifikasi dan pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks dan tujuan di balik kegiatan joget kontroversial tersebut,” kata Sekretaris LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat yang didampingi Ketua LAM Kota Jambi, H Nawawi Ismail, didampingi pengurus LAM Provinsi Jambi, Senin (11/9/2023).
LAM Kota Jambi juga menyoroti pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menjaga dan mempromosikan budaya daerah. Mereka berharap bahwa insiden ini akan menjadi pengingat untuk memperkuat kerjasama antara berbagai pihak yang terlibat dalam memelihara budaya dan adat daerah.













Discussion about this post