Minggu, 12 Juli 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Mafia TPPO, Abraham Liyanto Sebut Oknum Polisi Hingga Pemuka Agama Terlibat

14 Jul 2023 | 11:39
Mafia TPPO,  Abraham Liyanto Sebut Oknum Polisi Hingga Pemuka Agama Terlibat
926
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

Jakarta, Reportase8.com – Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto menyebut maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang marak terjadi di Indonesia tidak terlepas dari keterlibatan oknum polisi hingga Kementerian Tenaga kerja (Kemnaker) dan pemuka agama.

Baca Juga:Berita Lainnya

Kejagung Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah sebagai Jampidsus

Mengenal Bajigur, Minuman Rempah Tradisional Khas Sunda yang Tetap Digemari

Investor Global Ramai Relokasi Pabrik ke Vietnam, Didorong Insentif Pajak dan Kemudahan Investasi

Abraham yang pernah berkecimpung di dunia penyaluran tenaga kerja legal ke luar negeri mengaku TPPO tidak lepas dari keterlibatan oknum yang terlibat dalam penyaluran tenaga kerja.

Anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto menyebut maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang marak terjadi di Indonesia tidak terlepas dari keterlibatan oknum polisi hingga Kementerian Tenaga kerja (Kemnaker) dan pemuka agama.

Abraham yang pernah berkecimpung di dunia penyaluran tenaga kerja legal ke luar negeri mengaku TPPO tidak lepas dari keterlibatan oknum yang terlibat dalam penyaluran tenaga kerja.

“Oknum polisi, BNP2TKI, Kemnaker, bahkan yang saya sedih selama 15 tahun mengurusi ini barang (penyaluran tenaga kerja) ada pemuka agama, pastor dan pendeta yang terlibat,” ungkapnya saat diwawancarai Senin, 10 Juli 2023.

“Kita punya TPPO ini kan teman-teman PJTKI kerja sama dengan polisi bikin cap palsu semua camat, kepala desa, semua mereka bisa,” tambah Abraham.

Menurutnya, sistim penyaluran tenaga kerja di Indonesia selama ini salah hingga menyebabkan banyaknya korban TPPO. “Ini salah sistim, salah negara yang mengaturnya. Kenapa Malaysia, Filipina tidak ada (TPPO)? Karena pemerintah yang turun tangan,” tutur Abraham.

Dirinya menyebut hal tersebut yang menjadi alasan dirinya menjadi anggota DPD sebelumnya. “Karena itu yang mau saya rubah UU Nomor 39 Tahun 2004 (Tentang Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Di Luar Negeri), bahwa pengirim tenaga kerja tidak boleh swasta, pemerintah yang harus tanggungjawab, kemnaker, kepala daerah yang harus terlibat,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap pemerintah benar-benar serius harus menangani TPPO. “Kalau swasta yang mau salurkan (TKI) boleh, tetapi yang melatih dan mensertifikasi harus pemerintah, entah kota atau kabupaten tinggal sediakan anggaran,”

Selain sistim penyaluran tenaga kerja yang harus diperbaiki, Sumber Daya Manusia (SDM) juga harus ditingkatkan.

“Harus sekolah, kalau mau jadi perawat, insinyur supaya menjadi tenaga ahli untuk bekerja di luar negeri. Kita tidak bisa lagi berfikir TKI sebagai penghasil devisa, kalau maupun dua tahun saja sebagai batu loncatan,” Katanya.

Saat ini Abraham telah mengirimkan sejumlah sarjana perawat, ke luar negeri, diantaranya Jepang dan Australia. “Gajinya dari Rp45 juta, yang ke Australi gajinya Rp180 juta hari ini,” pungkasnya.

Previous Post

TPDI : Jangan ada Upaya Menutupi Penyidikan Tipikor BTS 4G, Ungkap Tuntas dan Transparan Uang Rp 27 Miliar

Next Post

Kota Bandung Gunakan CCTV Teknologi Pengenal Wajah

Next Post
Kota Bandung Gunakan CCTV Teknologi Pengenal Wajah

Kota Bandung Gunakan CCTV Teknologi Pengenal Wajah

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • CR 7 Pulang Kampung Tanggal 7 Bulan 7 di Piala Dunia 2026

    CR 7 Pulang Kampung Tanggal 7 Bulan 7 di Piala Dunia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mustopa Kembali Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Muara Jambi Periode 2026-2029 pada Konferkab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penerangan Jembatan Gentala Arasy Sebagian Mati Total, Warga Pertanyakan Pengelolaan Pemprov Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!