REPORTASE8.COM | Warga RT 02 dan warga RT 06, Kelurahan Handil Jaya Kecamatan Jelutung Kota Jambi mendatangi Kantor DPRD Kota Jambi Komisi III, warga menyampaikan keluhannya perihal keberadaan berdirinya tower telekomunikasi di dekat hunian mereka.

“Saya sengaja datang bersama perwakilan warga yang terdampak atas berdirinya tower milik PT Protelindo dan Tower Telkomsel yang berada di wilayah RT 02 Kelurahan Handil Jaya untuk menyampaikan keluhan kami kepada Dewan perwakilan kami di DPRD, guna menyampaikan aspirasi kami” ungkap Ketua RT 02 Wargiono.
“Saya selaku RT 02 mewakili warga di sini, inginkan tower milik PT Protelindo ini segera di bongkar. Karena selain kondisi bangunannya sudah tak layak, ada juga gangguan radiasi yang bahaya untuk kesehatan,banyak warga yang televisinya rusak” ujar Ketua RT 02, Wargiono saat menyampaikan keluhan itu ke ketua Komisi III di Kantor DRPD Kota Jambi pada Selasa,(1/10/2022)
RT 02 pun menambahkan bahwa di wilayah RT 02 terdapat 2 tower yang berdiri Tower milik Telkomsel dan milik Protelindo, keduannya izinnya telah habis.

Warga menyebut tower milik PT. Protelindo itu dibangun sejak tahun 2007, artinya usia tower tersebut sudah 10 tahun. Di sisi lain, perizinan tower itu sebenarnya sudah lewat batas. Dimana kontrak terakhir hanya pada sampai tahun 2017 silam. Warga sekitar pun menginginkan agar tower tersebut segera dibongkar atas pertimbangan keselamatan dikarenakan ruko telah mengalami keretakan banyaknya televisi warga alami tampilan siaran bergelombang dan akhirnya rusak.
RT 02 bersama warga menemui Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Saful. Saiful mengatakan, agar warga yang tempat tinggalnya sekitar keberadaan tower telekomunikasi membuat surat agar nanti dirapatkan bersama.
Saat ditemui serta ditanya RT 02 dan perwakilan warga pihak PT Protelindo mengatakan izinnya sudah diperpanjang, berdua dengan pemilik ruko, tetapi tidak melibatkan warga.

“Jadi RT dan warga tidak diperlukan, kalau terjadi sesuatu siapo yang tanggungjawab, kalau bapak jadi kami, bapak mau dak? Nah….bapak be dak mau, apolagi kami”ungkap RT 02.
“Saya selaku RT diarea berdirinya tower dan rumah saya keno radiusnyo jugo, sayo telpon-telpon dak pernah diangkat-angkat, jadi sayo seolah dak guno apolagi warga sayo”jelasnya.
Perwakilan PT Protelindo menyampaikan pihaknya hanya berkaitan hanya dengan pemilik ruko bukan dengan masyarakat sekitar saat ditemui.
Warga atas nama suyoto yang rumahnya tepat dibawah tower menegaskan “Sayo minta tower tu dibongkar, sayo dak mau ado apo-apo.(red/*)













Discussion about this post