REPORTASE8.COM | Surya Paloh selaku Ketua Umum Partai NasDem memerintahkan dengan tegas kepada seluruh kader memetik pelajaran dari penonaktifan Zulfan Lindan dari kepengurusan. Sebelumnya, Surya Paloh melarang Zulfan bicara atas nama Partai NasDem lantaran kerap membuat pernyataan yang membuat gaduh.
Diketahui Politikus Partai NasDem Zulfan Lindan dinonaktifkan dari jabatan Ketua Teritorial Pemenangan Pemilu Sumatera 1 yang meliputi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) DPP Partai NasDem beberapa hari yang lalu mengeluarkan pernyataan bahwa bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan merupakan antitesis dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan itu disampaikan Zulfan dalam program Adu Perspektif bertema ‘Adu Balap Deklarasi, Adu Cepat Koalisi’ yang disiarkan detikcom dengan kolaborasi bersama Total Politik, Selasa (11/10).
Zulfan mengatakan NasDem mengusung Anies menjadi bakal capres karena Anies merupakan antitesis dari Joko Widodo.
“Saya mau masuk alasan kenapa dipercepat (pengumuman Anies sebagai bakal capres), ini kan harus jelas dulu latar belakang. Jadi begini, ini sudah kita kaji dengan pendekatan filsafat dialektika, ini dengan pendekatan pendekatan filsafatnya Hegel,” kata Zulfan, seperti dikutip detikcom.
Dia mengatakan ada perbedaan yang jelas antara Jokowi dan Anies. Zulfan kemudian menyebut bahwa Anies merupakan antitesis dari Jokowi.
“Pertama apa, Jokowi ini kita lihat sebagai tesa, tesis, berpikir dan kerja, tesisnya kan begitu Jokowi. Lalu kita mencari antitesa, antitesannya apa? Dari antitesa Jokowi ini yang cocok itu, Anies,” kata Zulfan.
Zulfan menuturkan Anies memiliki kemampuan berpikir yang berkonsep yang dirumuskan dalam kebijakan. Dia menilai tokoh lainnya yang memiliki elektabilitas bagus seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo hampir sama seperti Jokowi.
“Apa artinya, dia berpikir secara konseptualisasi kemudian itu dirumuskan dalam policy-policy. Nah kita mengharapkan dari dua ini, dari Jokowi ini, dari Anies ini sintesanya akan lebih dahsyat lagi nanti 2029, jadi harus ini karena kalau memang misalnya Ganjar, dari tesa ke tesa, nggak ada antitesa. Prabowo dari tesa ke tesa, nggak ada antitesa. (Puan) Mirip-mirip,” ujarnya.
Pernyataan Zulfan di panggung politik juga sempat mendapatkan sorotan tajam publik.
Surya Paloh melarang Zulfan bicara atas nama Partai NasDem lantaran kerap membuat pernyataan yang membuat gaduh.
“Peringatan yang saya keluarkan ini diharapkan akan memberikan pelajaran bagi seluruh kader dan fungsionaris Partai NasDem untuk terus menjaga karakter dan jati diri sebagai partai gagasan dengan semangat pembawa perubahan,” kata Surya dalam keterangan, Kamis (13/10).
Surya Paloh menegaskan bahwa pernyataan Zulfan Lindan selama ini bertentangan dengan partai.(red/*)













Discussion about this post