KERINCI, JAMBI — Sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang beredar di laman Facebook @Goma Ondiya menjadi sorotan publik. Video tersebut memperlihatkan dugaan aktivitas penambangan yang merusak kawasan hutan di wilayah Kerinci, Jambi, tepatnya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Kawasan TNKS merupakan kawasan konservasi penting yang berperan menjaga kelestarian hutan, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan ekosistem. Namun, dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ditampilkan dalam video tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap ancaman kerusakan lingkungan.
Sejumlah pertanyaan pun mengemuka di tengah masyarakat. Siapa pemilik aktivitas penambangan tersebut? Apakah ada pihak lain yang terlibat atau berada di balik kegiatan itu? Dan siapa yang harus bertanggung jawab apabila benar terjadi perusakan kawasan konservasi?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui pemeriksaan dan penyelidikan yang transparan oleh aparat penegak hukum serta instansi berwenang.
TNKS bukan milik pribadi ataupun kelompok tertentu. Kawasan konservasi ini merupakan aset negara yang harus dilindungi demi menjaga kelestarian alam dan menjamin masa depan generasi mendatang.
Masyarakat berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera menindaklanjuti informasi tersebut, memverifikasi lokasi dan aktivitas yang terlihat dalam video, serta mengusut tuntas apabila ditemukan pelanggaran hukum.
Jika dugaan itu terbukti, siapa pun yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku, tanpa pandang bulu.
Jangan sampai kawasan yang seharusnya menjadi benteng terakhir kelestarian alam justru kehilangan fungsinya akibat aktivitas yang merusak lingkungan.(**)
Sumber: Laman Facebook @Goma Ondiya













Discussion about this post