Selasa, 7 Juli 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Investor Global Ramai Relokasi Pabrik ke Vietnam, Didorong Insentif Pajak dan Kemudahan Investasi

07 Jul 2026 | 13:18
Investor Global Ramai Relokasi Pabrik ke Vietnam, Didorong Insentif Pajak dan Kemudahan Investasi
293
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

JAKARTA, Reportase8.com – Vietnam semakin menjadi tujuan utama relokasi pabrik bagi banyak investor global yang sebelumnya beroperasi di berbagai negara Asia. Pergeseran ini didorong oleh kombinasi faktor yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya dan memperkuat daya saing industri.

Baca Juga:Berita Lainnya

Mengenal Bajigur, Minuman Rempah Tradisional Khas Sunda yang Tetap Digemari

Sorotan Publik: Banyaknya Wakil Menteri dan Komisaris BUMN Kembali Jadi Perdebatan

Pantai Timur Jambi Jadi Persinggahan Ribuan Burung Migran Antarbenua

Salah satu daya tarik utama Vietnam adalah ekosistem rantai pasok yang semakin matang, didukung oleh infrastruktur manufaktur yang berkembang pesat serta jaringan pemasok yang terintegrasi. Selain itu, negara tersebut menawarkan tarif pajak yang kompetitif, upah minimum yang relatif lebih rendah, serta proses perizinan investasi yang dinilai lebih cepat dan sederhana.

Pemerintah Vietnam juga memberikan berbagai insentif fiskal untuk menarik penanaman modal asing. Beragam fasilitas tersebut mencakup keringanan atau pembebasan pajak penghasilan badan dalam periode tertentu, insentif bagi sektor-sektor prioritas, serta kemudahan regulasi yang mempercepat realisasi investasi.

Kombinasi insentif fiskal, biaya produksi yang kompetitif, dan kemudahan berusaha menjadikan Vietnam semakin menarik bagi perusahaan multinasional yang ingin memperluas kapasitas produksi maupun melakukan diversifikasi rantai pasok di kawasan Asia.

Diketahui Vietnam terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan utama investasi manufaktur di Asia. Sejumlah perusahaan multinasional memilih memperluas kapasitas produksi maupun merelokasi sebagian fasilitas manufakturnya ke negara tersebut, didorong oleh kombinasi insentif fiskal, biaya tenaga kerja yang kompetitif, jaringan perjanjian perdagangan bebas (FTA), serta ekosistem rantai pasok yang semakin matang.

Laporan OECD Economic Surveys: Viet Nam 2025 menyebutkan bahwa arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke Vietnam tumbuh pesat sejak negara itu bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) pada 2007. OECD menilai daya tarik Vietnam didukung oleh stabilitas ekonomi makro, kedekatan dengan pusat manufaktur Asia, tenaga kerja yang relatif kompetitif, serta akses ke berbagai perjanjian perdagangan bebas seperti CPTPP, RCEP, dan FTA dengan Uni Eropa serta Inggris.

Selain faktor tersebut, pemerintah Vietnam menawarkan berbagai insentif perpajakan untuk menarik investor asing. Tarif umum Pajak Penghasilan Badan (Corporate Income Tax/CIT) di Vietnam sebesar 20 persen, namun proyek investasi pada sektor, lokasi, atau bidang prioritas tertentu dapat memperoleh tarif preferensial 10 persen, 15 persen, atau 17 persen hingga 15 tahun. Beberapa proyek strategis juga berhak memperoleh pembebasan pajak badan selama empat tahun pertama, yang kemudian dilanjutkan dengan pengurangan pajak sebesar 50 persen selama sembilan tahun berikutnya.

OECD juga mencatat bahwa investor memperoleh berbagai kemudahan lain, seperti insentif bea masuk, dukungan penggunaan lahan, serta fasilitasi investasi melalui lembaga promosi investasi di tingkat nasional maupun provinsi. Kebijakan tersebut dinilai turut meningkatkan daya saing Vietnam dalam memperebutkan investasi global, meski organisasi itu mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemberian insentif dan keberlanjutan penerimaan negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, Vietnam juga menjadi salah satu penerima manfaat dari strategi diversifikasi rantai pasok global atau China Plus One, ketika sejumlah perusahaan internasional berupaya mengurangi ketergantungan produksi pada satu negara. Pergeseran ini mendorong masuknya investasi baru di sektor elektronik, semikonduktor, tekstil, hingga manufaktur berteknologi tinggi.

Meski demikian, berbagai lembaga internasional mengingatkan bahwa Vietnam masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, memperkuat industri pendukung domestik, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja agar manfaat investasi asing dapat memberikan dampak lebih besar terhadap produktivitas ekonomi nasional. OECD menilai penguatan keterkaitan antara perusahaan asing dan pemasok lokal menjadi salah satu agenda penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Vietnam.

Previous Post

Sorotan Publik: Banyaknya Wakil Menteri dan Komisaris BUMN Kembali Jadi Perdebatan

Next Post

Mengenal Bajigur, Minuman Rempah Tradisional Khas Sunda yang Tetap Digemari

Next Post
Mengenal Bajigur, Minuman Rempah Tradisional Khas Sunda yang Tetap Digemari

Mengenal Bajigur, Minuman Rempah Tradisional Khas Sunda yang Tetap Digemari

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Mustopa Kembali Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Muara Jambi Periode 2026-2029 pada Konferkab

    Mustopa Kembali Terpilih Pimpin PWI Kabupaten Muara Jambi Periode 2026-2029 pada Konferkab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CR 7 Pulang Kampung Tanggal 7 Bulan 7 di Piala Dunia 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasroel Yasier Sarankan Pemkot Jambi : Penerapan Program ataupun Kebijakan Apapun Harus Pro Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Keluhkan Selokan di Jalan H.A. Ronisani Kota Jambi Belum Diperbaiki, Mengakibatkan Genangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hampir 8.000 WNI Pindah Kewarganegaraan dalam Lima Tahun Terakhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!