JAMBI, Reportase8.com – Berawal dari 2 kandidat yang digadang gadangkan akan maju di Partai yang sama, seperti Partai Nasdem yang awalnya ketua Nasdem Provinsi Jambi yang sangat gencar mendorong wakilnya Maulana untuk meneruskan pembangunan. kota Jambi, hingga diakhir jabatan Fasha pun buka suara diatas panggung perpisahan jabatannya, yang layak untuk meneruskan pembangunannya untuk Jambi Bahagia.
Setelah beberapa hari Maulana digadangkan, langsung meninggalkan Partai yang dipimpin Syarif Fasha tersebut, akhirnya Fasha merasa kecewa dengan keputusan Maulana yang meninggalkannya diam diam.
Kini Maulana didapuk menjadi ketua partai PAN Kota Jambi, tidak sampai disitu Maulana masih punya hambatan dengan dengan Kader PAN lain, seperti Iqbal Linus yang sudah gencar juga untuk maju di Pilwako Jambi, Iqbal Linus di ketahui telah berhasil membawa PAN di DPRD Jambi dengan diwakilkan adiknya yang mendapatkan suara signifikan, karena Iqbal Linus belum beruntung dengan persyaratan di KPU, kini persyaratan sudah diperbaiki untuk maju di Pilwako nanti.
Jika Iqbal Linus didorong PAN bagaimana nasib Maulana, sebab Iqbal Linus adalah tokoh muda yang mumpuni supel dan berbaur dan punya basis.
Bukan itu saja, dari trah keluarga HBA Kemas Fuad juga bakal meramaikan Pilwako Jambi, tidak dipungkiri kedekatan Gubernur Jambi Al Haris yang juga kader PAN dengan Kemas Fuad yang sama sama dari keluarga HBA, apakah Maulana akan didukung dibantu oleh Al Haris? Bakal ada kegamangan dikubu Maulana.
Nasroel Yasier selaku salah satu deklarator PAN Jambi pun angkat bicara, Nasroel, mengingatkan bahwa dalam dinamika politik tidak ada yang dapat dikatakan abadi, semua hal bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa.
“Kalau saya melihatnya biasa saja, karena politik itu bisa kapan saja berubah, tergantung pada siapa yang diusung, apakah etika politiknya baik atau tidak? Itu juga termasuk salah satu pertimbangan, Bagaimana prilakunya di masyarakat? Apakah masyarakat tertarik dengan sosoknya, takarannya ya… termasuk survey, jadi barometernya banyak” pungkat Nasroel. Senin, (7/5/2024)
Pencalonan Iqbal Linus yang merupakan murni Kader PAN dapat ditafsirkan sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan generasi muda.
Diketahui bersama bahwa semangat kaum milenial tidak bisa diragukan lagi, pergeseran politik mulai dirambah semangat kaum muda.













Discussion about this post