JAMBI, Reportase8.com – Modus korupsi yang paling umum adalah penggelapan anggaran, mark up atau penggelembungan harga, penyalahgunaan anggaran, penyunatan dana, atau suap terkait infrastruktur. Hal ini terjadi di berbagai tingkat pemerintahan mulai dari kabupaten atau kota, provinsi, hingga nasional. Modus korupsi lainnya adalah proyek fiktif.
Dalam Dunia Olahraga ICW atau Indonesia Corruption Watch mencatat ada beberapa kasus Korupsi di bidang olahraga yakni sejak 2010 hingga 2019, sudah ada 78 kasus korupsi di sektor olahraga. Kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 865 miliar dan nilai suap sebesar Rp 37,6 miliar.
Kasus-kasus ini diantaranya terkait dengan pembangunan wisma atlet, pembangunan stadion, penyuapan dan penyalahgunaan dana hibah keolahragaan. Umumnya tersangka dalam korupsi di sektor olahraga berlatar belakang swasta, pejabat dinas pemuda dan olahraga, anggota DPRD, pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), hingga Menteri Pemuda dan Olahraga.
Untuk Provinsi Jambi khususnya di lingkup Dinas pemuda dan Olahraga santer terdengar di Publik isu terkait adanya dugaan Manipulasi Uang Pembelian perlengkapan Atlit Popnas ( Pekan olahraga nasional).
Menurut salah satu media mengungkapkan hasil Investigasinya terkait isu yang berkembang tersebut dan terdapat banyak sekali kejanggalan Rincian anggaran biaya tidak sesuai dengan yang di berikan kepada Cabor untuk atlet, seperti Cabor Panahan tertulis di rancangan Anggaran Kebutuhan untuk Popnas berupa anak panah dengan Spesifikasinya : Arrows Easton X10 sebanyak 6 set dengan harga 8.796.480 dengan Total keseluruhan,52.778.880 tetapi dalam Kenyataannya yang di terima Cabor Merk Advance yang harga di pasaran cuma 2 sampai 3 juta. Begitu juga di Cabor panjat dinding Pembelian Magnesium bubuk ( MG ) Anggaran nya 388.80/ Kg sebanyak 6 KG, serta Magnesium Cair dengan harga 491.568 / Botol,sebanyak 6 Botol,
Salah satu atlet cabor mengungkapkan keluhannya terkait dengan perlengkapan penunjang perlombaan. ” Itu harga yang tinggi sekali dan kebutuhannya tidak sebanyak itu Kok ” ungkap atlet yang engan disebutkan namanya
Perbedaan juga muncul dari Cabor pencak silat, menurut keterangan pelatih, mereka di sodorkan Nota dari Dispora untuk kebutuhan bertanding, Nilainya ada 10.360.000, padahal rincian anggaran yang dibuat Dispora nilainya hampir 16 juta.
” Itu baru tiga Cabor, Popnas kemarin di ikuti 18 Cabang Olahraga” ujar Ketua Cabor yang tidak mau di sebut namanya. (Jurnal1 Jambi.com)
Yang bersangkutan pun mengungkapkan keluahannya “Kalau semuanya di manipulasi,itu nilainya bisa ratusan Juta” ungkapnya. Selasa (3/10/2023)
Dikutib dari Jurnal1 Jambi.com, Saat di temui media Fitri Kabag keuangan Dispora mengatakan, ia tidak tahu tentang dugaan Manipulasi anggaran kegiatan Popnas tersebut, nanti bisa ketemu langsung Kadis.
Untuk diketahui, Ajang Popnas yang di selenggarakan di Palembang Agustus 2023 lalu, Provinsi Jambi mengirim 160 Atlet, 37 Pelatih dan 21 Official. Terdiri dari 18 Cabang Olahraga (Cabor ) dan Dispora menargetkan Delapan Besar, tetapi hal tersebut tidak tercapai, kontingen Jambi hanya menorehkan 3 Emas dari Cabor Dayung.
Anggaran keolahragaan sejatinya merupakan bentuk dukungan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam mendukung program pembinaan olahraga yang dilaksanakan oleh Dispora bersama KONI bersama induk organisasi cabang olahraga.













Discussion about this post