REPORTASE8.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengakui kasus dugaan korupsi yang menjerat dua menteri yang merupakan kader Partai Nasdem mengganggu elektabilitas bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar.
Hal itu disampaikan Surya Paloh menyusul dugaan keterlibatan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atas dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) yang tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Pastilah ada (efeknya) pada elektabilitas partai dan juga AMIN (Anies-Muhaimin), pasangan yang didukung oleh Nasdem,” ujar Surya Palog dalam konferensi pers di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Kamis (5/10/2023).
Terkait perihal adanya dugaan korupsi yang menimpa 2 kader NasDem, Hal ini juga mempengaruhi atas pencapresan Anis Baswedan.
Hal tersebut dikumpas dalam suatu acara youtube talksow Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) berdurasi 17 menit 25 detik yang di moderator oleh Hardy Hermawan serta hadir sebagai Narasumber DR Emrus Sihombing, Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan, dan Rio Capella Mantan Sekjen Partai NaDem.
Dalam talkshow DR Emrus Sihombing mengungkapkan dengan situasi ini pasti sangat mempengaruhi, dimana Partai NasDem ada 2 kadernya yang menjabat sebagai menteri sedang tersandung masalah korupsi.
”Perihal pencapresan Anis ini, diibatkan tungkunya sudah goyang , kalau tungkunya goyang maka bisa bisa masakan itu tumpah, artinya dimaknai Anis sekarang ada di ujung tanduk, kemungkinan untuk tidak maju bisa terbuka” ungkapnya.pada cara talkshow RKN.
Emrus juga mengatakan bagaimanapun dalam suatu Partai politik harus diakui ada yang disebut dengan Intreskorup yakni kelompok kepentingan, salah satu diantaranya pemegang domistik.
Dari pandangan Rio Capella selaku mantan Sekjen Partai NeaDem menyampaikan bahwa Partai NasDem saat ini sedang terkena gelombang kejut, dan diharapkan menyikapinya dengan arif , serta sebagai partai yang baru wajib menjunjung konsistensi.
“ Dikala Pertai baru bisa dikatakan mengalami gelombang kejut, yang pasti menghadapinya dengan arif, ketika kita tidak arif dan memperlakukan hal yang sama , peristiwa yang sama dengan cara yang berbeda, maka karma itu akan datang” katanya.
Dalam acara RKN, Rio menuturkan sebuat Negara itu lebih baik ketika Partai Politiknya pun baik, sebaliknya ketika Parpol itu sehat maka Negara pun ikut sehat kerena pemegang kekuasaan itu berasa dari Partai Politik.













Discussion about this post