REPORTASE8.COM – Beberapa hari belakangan, public dihebohkan dengan viralnya Aksi tidak pantas dilakukan sebagian masyarakat di Kulon Progo, Yogyakarta, di hari pertama bulan Ramadan tahun ini adalah menutup patung Bunda Maria dengan plastik terpal.
Video penutupan patung Buda Maria menggunakan terpal viral di media sosial. Bahkan, video tersebut banyak diedarkan kembali di grup-grup WhatsApp. Menurut narasi yang beredar dalam video tersebut, penutupan patung tersebut akibat adanya desakan ormas karena mengganggu kekhusyukan warga dalam menjalankan puasa.
Sebuah video memperlihatkan patung Bunda Maria ditutup platik terpal warna biru. Patung Bunda Maria ini berlokasi di Rumah Doa Sasana Adhi Rasa St. Yacobus, di Dukuh Degolan, Desa Bumirejo, Kec. Lendah, Kab. Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dinarasikan juga kalau aparat setempat, yakni Padal Kanit Binmas Ipda Tukiran beserta 5 anggota Polsek Lendah, Kulon Progo, melaksanakan pengamanan pemasangan penutup patung Bunda Maria sebagai tindak lanjut atas kedatangan ormas Islam pada waktu sebelumnya untuk menyampaikan ketidaknyamanan sebagian warga dengan keberadaan patung Bunda Maria tersebut, karena mengganggu umat Islam yang melaksanakan ibadah di Masjid Al-Barokah menjelang Ramadan 2023.
Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur mengutuk keras tindakan para aparat Polsek Lendah, Kulon Progo.
“Polisi yang harusnya melindungi dan menjamin hak warga untuk beragama dan berkeyakinan, malah menjadi pelaku diskriminasi yang merampas hak dan kebebasan umat Katolik di Jogja dalam mengekspresikan keyakinannya,” kecam Muhamad Isnur
Namun, pemilik rumah doa belakangan muncul dengan mengungkap alasannya.
“Ini atas inisiatif kakak saya Sugiharto, yang mana dia membangun di situ belum selesai, masih menyelesaikan administrasi maka ditutup dulu jangka waktu 1 bulan untuk menyelesaikan nanti segala sesuatunya,” ucap Pengelola Rumah Doa Sasana Adhi Rasa ST Yacobus, Sutarno, dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo, Kamis (23/3).
Sutarno mengatakan penutupan ini bukan karena desakan dari kelompok tertentu seperti yang viral di sosial media. Menurutnya hal langkah penutupan patung adalah bagian dari upaya menuntaskan proses pembangunan dan administrasi rumah doa.
Atas penjelasan pihak pengelola, polisi kemudian menyampaikan permintaan maaf karena salah narasi soal desakan ormas di balik penutupan patung tersebut.













Discussion about this post