Kamis, 14 Mei 2026
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
Reportase8
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial
No Result
View All Result
Reportase8
Dapatkan update berita terbaru dari seluruh pelosok Indonesia hanya di Reportase8.com Wartawan Reportase8.com dibekali dengan tanda pengenal/ID Card dalam setiap menjalankan tugas peliputan Hubungi kontak redaksi apabila Anda menemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan Reportase8.com dan melakukan tindakan yang merugikan Kirimkan tulisan terbaik Anda berupa opini, cerpen, dan kejadian sekitar melalui kontak redaksi Reportase8.com
HOME DAERAH NASIONAL POLITIK PEMERINTAHAN PERISTIWA HUKRIM DIKSOSBUD EKBIS LIFESTYLE OPINI ADVERTORIAL

Dibalik Kemenangan Argentina Menjadi Juara Piala Dunia 2022

18 Des 2022 | 00:32
Dibalik Kemenangan Argentina Menjadi Juara Piala Dunia 2022
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke Whatsapp

REPORTASE8.COM | SPORT  –  Argentina dengan julukan tim Tenggo keluar sebagai juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis pada partai final yang berlangsung di Lusail Iconic Stadium pada Minggu malam 18/12/22) wib. Capaian itu mengakhiri penantian 36 tahun merebut kembali mahkota tertinggi sepak bola dunia.

Baca Juga:Berita Lainnya

CR7 Bintang Sepakbola Dunia Dikabarkan Pensiun pada 2027

Heboh……Bintang Porno Terkenal di Amerika ini Ternyata Asli Tegal, Jawa Tengah

Rockers Jambi Siap-Siap, Hadir dan Ramaikan Rock Rise Vol. 5 di Festival Batanghari

Pasukan Lionel Scaloni mampu mengatasi setiap lawan dengan keserbagunaan taktis yang mengejutkan. Banyaknya tekanan kepada tim Perancis di menit awal samapi dengan turun minum, tim tenggo konsisten melakukan tekanan serta serangan ke tim julukan ayam jantan, Lionel Messi terlihat masih menunjukkan peran besarnya, kini tak melulu menjadi tumpuan utama serangan La Albiceleste. Di turnamen ini, Argentina tak hanya sekadar Messi.

Scaloni memiliki skuad yang siap untuk bekerja satu sama lain. Kesediaan pelatih untuk melakukan perubahan dalam permainan, peran penting pemain pengganti, ditambah ketangguhan emosional dan keragaman taktik menjadi faktor kunci yang membawa Argentina menjadi juara.

Kehadiran Messi

Tidak ada yang lebih menentukan daripada Messi. Menganalisis kekuatan Argentina berarti menempatkan pemain nomor 10 itu di urutan teratas. Pada diri Messi, La Albiceleste memiliki sesuatu yang tidak dimiliki tim lain, sesuatu yang sulit dilawan, sosok yang akan mengontrol permainan dengan cara apapun yang dia pilih.

Messi telah memutuskan bahwa ini adalah momen yang telah lama ia nantikan. Dalam penguasaan bola, Messi membuat rekan setim, lawan, dan penggemar di seluruh dunia ternganga dan mengusap mata seolah melihat sebuah keajaiban. Argentina mulai bermimpi, sementara ketakutan menguasai lawan mereka.

Takdir telah menentukan bahwa Messi akan bermain di final dan dia tidak ingin melewatkan kesempatan itu. Faktor Messi adalah alasan yang cukup untuk percaya bahwa Argentina bisa mengangkat Trofi di Qatar 2022.

Selain itu, Messi juga mulai merasa nyaman dan telah menemukan rekan penyerang yang sempurna dalam diri Julian Alvarez, penyerang muda oportunis milik Manchester City. Kemampuannya untuk memanfaatkan ruang yang dihasilkan oleh pergerakan Messi membuatnya menjadi salah satu mesin gol Argentina di Piala Dunia.

Peran Pemain dan Perubahan Sistem

Jika Messi memiliki kunci, pemain lain akan melakukan segala yang mungkin untuk memastikan kunci itu berfungsi untuk membuka pintu kesuksesan. Scaloni mampu mengelilingi tokoh utama dengan pemain pendukung yang sempurna. Tim Argentina di Qatar telah menjadi kelompok yang bersatu dan suportif, serta mampu memahami peran mereka di setiap tahapan.

La Albiceleste telah menemukan Emiliano Martinez, Nicolas Otamendi, Nahuel Molina, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister atau Julian Alvarez sebagai pemain yang mampu berdiri dan menjadi penentu saat tim mereka membutuhkannya.

Scaloni mampu beradaptasi dengan situasi apa pun yang dia hadapi. Ia mampu memvariasikan formasi dan taktiknya sesuai tuntutan permainan dan lawan. Kadang-kadang, dia bahkan memulai pertandingan dengan pemain pelapisnya.

Ketika kekuatan lawan membuatnya harus memainkan lima bek, pelatih asal Argentina itu mampu mengubah formasi dengan tetap dinamis. Para pemain mampu bergerak dengan dan tanpa bola. Kiper Emiliano Martinez memberi rasa aman di bawah gawang, sedangkan Molina menjadi pendukung serangan dari lini belakang.

Enzo Fernandez memberikan kualitas kreativitas di lini tengah sehingga Scaloni tak segan-segan memasukkannya ke dalam tim utama. Adapun Mac Allister adalah orang yang tepat untuk membawa lebih banyak intensitas ke dalam tim.

Kekuatan Mental dan Intensitas Permainan

Argentina tidak mengawali turnamen dengan baik setelah mengalami kekalahan dari Arab Saudi. Ini sempat memicu beberapa memori buruk La Albiceleste di beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya.

Tapi, pasukan Scaloni mampu menghadapi tekanan dan kesulitan, dengan mengandalkan kepercayaan diri, karakter, dan kepribadian mereka. Argentina bangkit dan menunjukkan kekuatan mental mereka sekali lagi.

La Albiceleste juga menonjol sebagai tim dengan intensitas tinggi pada setiap pertandingan. Messi dan kawan-kawan seolah menyalurkan emosi mereka secara positif dan membuat lawan tertekan. Tidak membiarkan bola hilang, membantu rekan satu tim, mengeksploitasi ruang kosong atau menggandakan pertahanan menjadi fitur penting permainan Argentina.

Delapan tahun telah berlalu sejak final Piala Dunia terakhir Argentina. Di Brasil 2014, Jerman menghalangi La Albiceleste meraih trofi ketiga. Piala Dunia 2022 Qatar  telah menjadi impian sejak 1986 dan tim asuhan Lionel Scaloni berhasil memanfaatkan semua kekuatan untuk merebutnya dengan skor telak 4-2 dengan drama adu Pinalti.(*)

Previous Post

BPJS Ketenagakerjaan Jambi Serahkan Santunan Jaminan Kematian Sebesar Rp 42 Juta

Next Post

Tiga Oknum Dishub Kota Jambi Ditangkap Resmob Polda Jambi Diduga Lakukan Pungli

Next Post
Tiga Oknum Dishub Kota Jambi Ditangkap Resmob Polda Jambi Diduga Lakukan Pungli

Tiga Oknum Dishub Kota Jambi Ditangkap Resmob Polda Jambi Diduga Lakukan Pungli

Discussion about this post

Reportase Terpopuler

  • Publik Desak Walikota Jambi Maulana Serius Dalam Menanggapi Isu Pembelian CCTV Kampung Bahagia

    Publik Desak Walikota Jambi Maulana Serius Dalam Menanggapi Isu Pembelian CCTV Kampung Bahagia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemuda Kritisi Kondisi Bahu Jalan Penuh Tambal Sulam di depan Kantor Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPW Nasdem Jambi Turunkan Ratusan Anggota Gelar Aksi Damai Bentuk Protes Cover Majalah Tempo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik Pengurus DPW Jambi Raja Juli Antoni: PSI Bakal Jadi Perahu Tokoh Muda Potensial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dosen UIN STS Jambi Dr. Dedek Kusnadi : Masyarakat Sudah Cerdas Tidak Butuh Janji Manis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT. METRO DATA GLOBAL AKSES

JL. Cilandak Jakarta Selatan
Email: redaksi@reportase8.com

REPORTASE 8


TENTANG KAMI
PEDOMAN MEDIA SIBER
REDAKSI
IKLAN
KARIR

©2022 Reportase8.com - Berita Aktual Terkini | Developed by: Websiteku.co.id

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nasional
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Diksosbud
  • Lainnya
    • Ekbis
    • Lifestyle
    • Opini
  • Advertorial

© 2022 Reportase 8 | Developed by: Websiteku.

0

Oppsss... Mau Ngapain...!