Reportase8.com | BATANGHARI – Wakil Bupati Kabupaten Batang Hari Haji Bakhtiar SP sambut kunjungan Tim Ekspedisi Daerah Aliran Sungai Batang Hari, dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (RI) dalam rangka, pelaksanaan penilitian Sejarah Kebudayaan disepanjang Sungai Batang Hari dimulai dari Kabupaten Solok Sumatera Barat hingga Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi sejauh kurang lebih 800 KM.
Team Expedisi Sungai Batanghari di ketuai Dewi Kurnia Ningsih dari Direktorat Perlindungan Kebudayaan dalam kegiatan Kenduri Swarnabhumi “Peradaban Sungai Batanghari Dulu,kini dan Nanti” bertempat Desa Rambutan Masam Kecamatan Muara Tembesi.
Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Batang Hari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Olahraga dan Pariwisata, Camat Muara Tembesi, Kepala Desa Rambutan Masam dan di hadiri undangan serta masyarakat.
Kegiatan penyambutan Tim Ekspedisi dilaksanakan di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi padaKamis (14/07/2022) tepatnya pada Pukul 12:00 WIB.
Haji Baktiar mengatakan, kedatangan Tim Ekspedisi adalah untuk melakukan penilitian terhadap bukti-bukti sejarah, baik bahasa lisan maupun yang berwujud salah satunya Desa Rambutan Masam.
“Bagaimana proses pelestarian penggalian dari nilai-nilai budaya maupun cagar budaya, situs-situs di Kabupaten Batang Hari dapat kita teliti dan kita kembangkan. Mudah-mudahan Kabupaten Batang Hari khususnya Desa Rambutan Masam, Pasar Muara Tembesi, dan lingkungannya menjadi objek pemajuan kebudayaan nasional, selanjutnya dilakukan pelestarian kebudayaan di Kabupaten Batang Hari,” ungkap Bakhtiar Wabup Batanghari.
Bakhitar juga menambahkan harapannya agar masyarakat yang berada di pinggir Sungai Batang Hari, untuk bisa menjaga keutuhan dan kelestarian lingkungan sungai Batanghari karena merupakan transportasi umum para nenek moyang.
“Sungai Batanghari harus dilestarikan lingkungannya, untuk itu diharapkan kepada masyarakat Batang Hari menjaga sejarah sungai Batanghari karena airnya kotor dan pendangkalan,” imbuhnya.
Kemudian sebagai Ketua Tim Ekspedisi Dewi Kurnianingsih dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas sambutan yang luar biasa kepada Tim yang berjumlah kurang lebih 50 orang peserta ekspedisi berasal dari berbagai universitas di Indonesia, terdiri dari berbagai bidang ilmu, arsitek, arkeologi, komunikasi, geografi dan sebagainya yang merupakan mahasiswa, dosen dan peneliti.
“Kedatangan kami dalam rangka kegiatan ekspedisi sungai Batang Hari yang dilaksanakan selama 11 hari. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Wakil Bupati Batang Hari dan bapak ibu sekalian yang hadir di tempat ini atas penyambutan dan penerimaan yang sangat baik,” kata Ketua Tim Ekspedisi Dewi Kurnianingsih.
Dewi pun menjelaskan jika dalam beberapa waktu yang akan datang Tim Ekspedisi akan melakukan perhimpunan data dalam rangka pendukungan kawasan cagar budaya nasional di Jambi, dalam hal itu ia juga memohon bantuan masyarakat Desa Ramburan Masam yang merupakan salah satu Desa yang akan dilakukan penelitiannya.
“Kami akan menginap di sini, kami mohon izin juga mungkin teman-teman peserta akan berkeliling di desa ini karena akan melakukan observasi dan melakukan pengamatan warisan budaya yang ada di Desa Rambutan Masam khususnya untuk cagar budaya dan objek pemaduan kebudayaan (OPK),” jelasnya.
Tari Ngebeng sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia,” tegasnya.
Desa Rambutan Masam memiliki 179 OPK, maka daripada itu Dewi berharap himpunan datanya akan lebih lengkap dengan hasil penelitian Tim yang dibawanya dan kemudian bisa dimasukkan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). (red/*)














Discussion about this post